Senin, 26 Oktober 2026

SEBELUM TANAH MEMANGGIL NAMAMU

SEBELUM TANAH MEMANGGIL NAMAMU



Wahai jiwa yang mabuk oleh namanya sendiri, mengapa kau bangun istana dari pujian, sedangkan liang lahat tak mengenal gelar dan jabatan?

Kau perebutkan kursi, padahal keranda sedang menunggu. 
Kau kumpulkan emas, padahal kafan tak memiliki saku.

Kau jual amanah demi kuasa, kau tukar nurani dengan dunia, kau sujud panjang di hadapan manusia, tetapi hatimu membelakangi-Nya.

*Tidakkah kau dengar?*
Setiap detak jantung adalah ketukan dari alam keabadian. 
Setiap helaan napas adalah sehelai umur yang ditanggalkan.

Wahai pemilik lisan yang fasih menyebut Tuhan, 
Jangan jadikan agama tangga kesombongan! Jangan bungkus keserakahan dengan kesalehan, 
Jangan sembunyikan pengkhianatan di balik jubah pengabdian!

Sebab kelak, ketika tanah menutup mulutmu, bukan pengikut yang membelamu, bukan kekuasaan yang menyelamatkanmu, melainkan amal yang dahulu kau sembunyikan dari tepuk tangan manusia.
 
Wahai jiwa, ke mana engkau hendak lari?

Maut tak menerima suap. Kubur tak mengenal kompromi. Malaikat tak silau oleh kehormatan. Dan Tuhan tak tertipu oleh pencitraan.

Maka sebelum namamu berubah menjadi tulisan di batu, patahkan berhala keakuanmu! Kembalikan hak yang kau rampas, peluklah mereka yang kau lukai, bersujudlah sebelum tubuhmu disujudkan oleh kematian.

Sebab yang paling mengerikan bukanlah mati sebelum tua, melainkan hidup begitu lama namun tak pernah benar-benar bertobat.

Ya Allah...

Jangan biarkan kami menjadi mayat yang masih berjalan, bernapas tanpa kesadaran, beragama tanpa kejujuran, dan memimpin tanpa belas kasihan.

Matikan kesombongan kami sebelum Engkau mematikan jasad kami.

Karena ketika tanah akhirnya memanggil, hanya satu yang ingin kami bawa:

Hati yang tak lagi memiliki dunia, sebab seluruh ruangnya telah dipenuhi cinta kepada-Mu.

Kematian bukan akhir dari segalanya. 
Ia adalah akhir dari seluruh kesempatan berpura-pura.

Oleh Edi Saputra, S.PdI.,Gr.,M.Pd.(can).
Ref. Dr. Miftah Faqih PBNU

Sabtu, 03 Oktober 2026

Manfaat Umbi Yakon untuk Kesehatan: Sumber Prebiotik Alami dan Pengontrol Gula Darah

Manfaat Umbi Yakon untuk Kesehatan: Sumber Prebiotik Alami dan Pengontrol Gula Darah



Meta Description: Umbi yakon kaya akan serat dan prebiotik yang bermanfaat untuk pencernaan serta membantu mengontrol gula darah. Simak manfaat lengkapnya di sini!

Pendahuluan
Umbi yakon (Smallanthus sonchifolius) adalah tanaman asli Amerika Selatan yang semakin populer karena manfaat kesehatannya. Dikenal dengan rasa manis alami dan kandungan prebiotiknya, yakon sering digunakan sebagai alternatif sehat untuk penderita diabetes dan mereka yang ingin menjaga berat badan. Artikel ini akan membahas manfaat kesehatan dari umbi yakon dan cara terbaik mengonsumsinya.

1. Kandungan Nutrisi Umbi Yakon
Yakon mengandung berbagai nutrisi penting yang berkontribusi pada kesehatan tubuh, di antaranya:

Fruktooligosakarida (FOS): Serat prebiotik yang mendukung kesehatan usus.

Serat pangan: Membantu pencernaan dan meningkatkan rasa kenyang.

Vitamin dan mineral: Kaya akan kalium, kalsium, dan fosfor.

Antioksidan: Membantu melawan radikal bebas dan mencegah penyakit kronis.

Indeks glikemik rendah: Baik untuk penderita diabetes dalam mengontrol gula darah.

2. Manfaat Kesehatan Umbi Yakon
a. Membantu Mengontrol Gula Darah
Yakon mengandung fruktooligosakarida (FOS), sejenis serat yang tidak dapat dicerna oleh tubuh tetapi membantu mengontrol kadar gula darah dengan memperlambat penyerapan glukosa.

b. Menjaga Kesehatan Pencernaan
FOS dalam yakon berfungsi sebagai prebiotik yang merangsang pertumbuhan bakteri baik di usus, meningkatkan kesehatan sistem pencernaan, dan membantu mencegah sembelit.

c. Mendukung Penurunan Berat Badan
Karena kaya serat dan rendah kalori, yakon dapat meningkatkan rasa kenyang lebih lama, membantu mengurangi asupan kalori, dan mendukung program penurunan berat badan.

d. Menjaga Kesehatan Jantung
Kandungan serat dalam yakon membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kesehatan jantung dengan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

e. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Yakon mengandung antioksidan dan vitamin yang membantu melawan infeksi serta meningkatkan daya tahan tubuh.

f. Membantu Penyerapan Kalsium
FOS dalam yakon dapat meningkatkan penyerapan kalsium di usus, yang berkontribusi pada kesehatan tulang dan pencegahan osteoporosis.


3. Cara Mengonsumsi Yakon untuk Manfaat Maksimal
Untuk mendapatkan manfaat terbaik dari umbi yakon, berikut beberapa cara mengonsumsinya:

Dimakan mentah sebagai camilan sehat atau campuran salad.

Dibuat jus yakon sebagai minuman alami yang menyegarkan.

Dipanggang atau dikukus sebagai bagian dari menu sehat.

Dikeringkan dan dijadikan tepung yakon untuk alternatif pemanis alami.

Dikonsumsi dalam bentuk sirup yakon sebagai pemanis rendah kalori yang cocok untuk penderita diabetes.

Kesimpulan
Umbi yakon adalah sumber prebiotik alami yang sangat bermanfaat untuk kesehatan pencernaan, pengelolaan gula darah, serta menjaga kesehatan jantung dan tulang. Dengan berbagai cara konsumsi yang fleksibel, yakon dapat menjadi tambahan yang bernutrisi dalam pola makan sehat Anda. Jangan ragu untuk mencoba dan menikmati manfaat luar biasa dari umbi yakon!


Penulis: Edi Saputra, S.PdI.,Gr.
CP: +62822_5072_6635

Rabu, 30 September 2026

Catat, Tugas Pokok/ Beban Kerja Guru Piket Berdasarkan Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018

Catat, Tugas Pokok/ Beban Kerja Guru Piket Berdasarkan Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018


Catat, Tugas Pokok/ Beban Kerja Guru Piket Berdasarkan Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018. Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Tugas tambahan sebagai Guru Piket 1 (satu) Guru/hari/ minggu dengan beban kerja setara dengan 1 jam tatap muka. Jika guru sertifikasi mengajar tatap muka hanya 23 jam per minggu maka dengan tugas tambahan sebagai Guru Piket mencukupkan beban jam tatap muka wajib sebagai guru sertifikasi.

Tugas tambahan dimaksud harus dilengkapi dengan bukti fisik, seperti: a. surat tugas per semester sebagai Guru piket dari Kepala Sekolah; b. program dan jadwal piket yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah; c. laporan hasil piket per tugas yang disetujui oleh Kepala Sekolah.

Bukti fisik tersebut diperlukan dalam hal surat keterangan melaksanakan tugas pokok 24 jam yang dikaitkan dengan keperluan bahan sertifikasi guru.

Catat, Tugas Pokok/ Beban Kerja Guru Piket Berdasarkan Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018

 Berikut ini adalah Tugas Pokok/ Beban Kerja Guru Piket Berdasarkan Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018:Tugas Pokok Guru:

Tugas Guru mencakup kegiatan pokok:

1. Merencanakan pembelajaran atau pembimbingan, meliputi:
a. Pengkajian kurikulum dan silabus pembelajaran/pembimbingan/program kebutuhan khusus pada satuan pendidikan.
b. Pengkajian program tahunan dan semester.
c. Pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran/pembimbingan sesuai standar proses atau rencana pelaksanaan pembimbingan.

2. Melaksanakan pembelajaran atau pembimbingan {Pelaksanaan dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)/Rencana Pelaksanaan Layanan (RPL)/Rencana Pelaksanaan Bimbingan (RPB)}.

3. Menilai hasil pembelajaran atau pembimbingan (merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik pada aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan).

4. Membimbing dan melatih peserta didik (kegiatan kokurikuler dan/atau kegiatan ekstrakurikuler).

5. Melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan kegiatan pokok sesuai dengan Beban Kerja Guru, meliputi:
a. Wakil kepala satuan pendidikan.
b. Ketua program keahlian satuan pendidikan.
c. Kepala perpustakaan satuan pendidikan.
d. Kepala laboratorium, bengkel, atau unit produksi/teaching factory satuan pendidikan.ü Pembimbing khusus pada satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan inklusif atau pendidikan terpadu.

ü Tugas tambahan lain yang terkait dengan pendidikan di satuan pendidikan antara lain:
 - Wali kelas
 - Pembina Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS)
 - Pembina ekstrakurikuler
 - Koordinator Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)/Penilaian Kinerja Guru (PKG) atau koordinator Bursa Kerja Khusus (BKK) pada SMK
 - Guru piket
 - Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP-P1)
 - Penilai kinerja Guru
 - Pengurus organisasi/asosiasi profesi Guru
 - Tutor pada pendidikan jarak jauh pendidikan dasar dan pendidikan menengah.

Rincian Tugas Sebagai Guru Piket Adalah Sebagai Berikut:

1. meningkatkan pelaksanaan keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, kekeluargaan, kerindangan, kesehatan, keteladanan, dan keterbukaan (9K);
2. menerima dan mendata tamu sekolah;
3. mengoordinasikan Guru pengganti bagi kelas yang Gurunya berhalangan hadir;
4. mencatat dan melaporkan kasus-kasus yang bersifat khusus kepada Kepala Sekolah;
5. melakukan kegiatan lainnya yang terkait tugas Guru piket;
6. membuat laporan hasil piket per tugas.


 Semoga Bermanfaat.

 

Selasa, 29 September 2026

HUKUM ISTRI MEMANGGIL SUAMI DENGAN NAMA ASLI

HUKUM ISTRI MEMANGGIL SUAMI DENGAN NAMA ASLI



Berkaitan dengan hukum seorang istri memanggil suaminya dengan nama aslinya, salah satu ulama dari kalangan mazhab Hanafi bernama Ibnu Abidin, menjelaskan bahwa makruh hukumnya bagi seorang istri memanggil suaminya dengan menyebut nama aslinya. 

Sebagai gantinya, ia dianjurkan menggunakan panggilan yang mengandung penghormatan, seperti “ya sayyidi” dalam bahasa Arab yang bermakna wahai tuanku, atau bisa berarti “Mas”, “Kakak”, dan lainnya dalam bahasa Indonesia. 

Anjuran untuk memanggil suami dengan panggilan yang menunjukkan penghormatan dalam hal ini menurut Ibnu Abidin tidak berarti bermakna menyucikan orang yang dipanggil (tazkiyah), tetapi sebagai bagian dari adab seorang istri kepada suami yang dalam hal ini memiliki kedudukan lebih tinggi daripada istri. seyogianya suami dan istri memanggil pasangannya dengan nama atau panggilan yang paling disukainya, baik suami kepada istri maupun istri kepada suami. 

Hal ini merupakan bagian dari bergaul dengan baik bersama pasangan (husnul mu’asyarah). Pada sisi lain, tidak ada salahnya seorang suami memanggil istrinya dengan nama aslinya, demikian pula seorang istri dapat memanggil suaminya dengan nama yang telah menjadi kebiasaan di antara mereka, selama tetap menjaga adab dan tidak bermaksud merendahkan. 

Tidak ada masalah seorang suami memanggil istrinya dengan nama aslinya, terutama jika itu merupakan panggilan yang biasa digunakan di antara keduanya.

 Akan tetapi, di hadapan anak-anak, akan lebih baik apabila ayah dan ibu juga membiasakan panggilan yang menunjukkan penghormatan, seperti “Ibu”, “Mama”, “Ummi”, “Ayah”, “Abi”, atau panggilan baik lainnya. 

Namun khusus bagi istri yang memanggil suaminya dengan nama aslinya secara langsung, sebagian ulama dari kalangan mazhab Hanafi, sebagaimana disampaikan Ibnu Abidin, menghukuminya makruh. 

Sebagai gantinya, istri dianjurkan menggunakan panggilan yang menunjukkan penghormatan, seperti “Mas”, “Kakak”, atau panggilan lain yang semakna dengannya.

Penulis: Edi Saputra, S.PdI.,Gr.
Sumber Referenai: nuonline.id

AKGTK MADRASAH 2026

AKGTK MADRASAH 2026

Berdasarkan Surat Edaran Resmi Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag dan panduan teknis operasional aplikasi ujian, berikut adalah rincian prosedur pelaksanaan serta panduan instalasi sistem yang wajib Anda ikuti: 
1. Ketentuan Peserta & Jadwal Validasi
  • Syarat Utama: Guru, Kepala Madrasah, Pengawas, serta Tenaga Kependidikan (Laboran & Pustakawan) aktif dengan kualifikasi pendidikan minimal D4/S1 yang terdata di EMIS GTK Kemenag. 
  • Akses Kredensial (Mulai 19 September 2026): User ID (email) dan password ujian beserta jadwal detail masing-masing peserta dapat dicek di portal EMIS GTK melalui jalur menu: Peta Situs ➡️ Panduan Flow ➡️ gulir ke bawah dan klik Lihat Akun AKGTK. 
  • Agenda Simulasi (Uji Coba): Wajib diikuti oleh seluruh peserta pada 19–20 September 2026 guna menguji validitas akun dan kesiapan perangkat laptop/komputer. 

2. Panduan Teknis & Instalasi Aplikasi (Safe Exam Browser / SEB)
Ujian AKGTK dilaksanakan menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) yang dikunci oleh aplikasi keamanan Safe Exam Browser (SEB) untuk menjaga integritas asesmen. 
  • Langkah 1 (Unduh Installer): Download aplikasi SEB sesuai petunjuk resmi Kemenag melalui tautan panduan akgtk2026SEB. 
  • Langkah 2 (Instalasi): Pasang berkas SEB Setup Bundle pada komputer/laptop yang akan Anda gunakan saat ujian. 
  • Langkah 3 (Unduh Konfigurasi): Setelah SEB terpasang, unduh file konfigurasi khusus ujian AKG yang disediakan. Ekstrak file tersebut, lalu untuk mempermudah akses, klik kanan ➡️ Show more options ➡️ Send to Desktop. 
  • Langkah 4 (Membuka Ujian): Klik dua kali pada shortcut konfigurasi di desktop Anda. Sistem akan meminta kata sandi pengunci. Masukkan password: akg (menggunakan huruf kecil semua) lalu klik Confirm. 

3. Aturan Keamanan Sistem saat Ujian Berlangsung
  • Sterilisasi Perangkat: Sebelum membuka aplikasi SEB, Anda wajib menutup semua aplikasi lain yang sedang berjalan di latar belakang komputer (seperti browser umum, aplikasi perekam layar, atau aplikasi komunikasi). 
  • Deteksi Otomatis: Sistem SEB akan mengunci layar secara penuh. Jika peserta kedapatan mencoba keluar atau mengakses jendela browser lain, sistem otomatis mendeteksinya sebagai indikasi kecurangan. 
  • Lokasi Ujian (TAK): Meskipun pengecekan akun dilakukan mandiri melalui EMIS, lokasi fisik Tempat Asesmen Kompetensi (TAK) resmi akan diverifikasi dan diumumkan oleh Kantor Kemenag Kabupaten/Kota masing-masing. 
REFERENSI SOAL AKG MI MTs dan MA

Bagi yang mengikuti AKGTK tahun 2026 dapat mempelajari prediksi soal dan pembahasannya pada tiap jenjang pada link berikut ini dan silahkan untuk didownload:
1. AKGTK MI: https://drive.google.com/drive/folders/1qQ_UCfqOxRO5IIM3YKjx_lqfclKChwMt
2. AKGTK MTs: https://drive.google.com/drive/folders/1OrbO--wyNNuSPSPTT9Fr1o_COLYAm7a7
3. AKGTK MA: https://drive.google.com/drive/folders/1yEyyINBVKhjuINKhYNrfsu39iA-HfIXR
4. CONTOH SOAL LATIHAN AKGTK MATERI PEDAGOGIK
https://drive.google.com/file/d/1BUu8qHzZJtnHESIVbbg1A2vgEAX7FhfO/view?usp=sharing

5. LATIHAN SOAL AKG KEPALA MADRASAH RA, MI, MTs dan MA
https://drive.google.com/file/d/10BBNoAMUVd2GrDUdXuLHVnwVaXnqlDuf/view?usp=sharing

Ditulis oleh: Edi Saputra, S.PdI., Gr., M.Pd.(can)

Rabu, 16 September 2026

Ngopi Isuk

Ngopi Isuk

ويح ابن آدم كيف يزهو وإنما هو جيفة يؤذي من مر به ابن آدم من ابتراب وإليه المسير (رواه الديلمى)

Ini adalah *tamparan* terhadap kesombongan manusia: tubuh yg dibanggakan berasal dari tanah, akan kembali ke tanah, dan bila ruh telah pergi, jasad yang dipuja itu justru menjadi sesuatu yang harus segera diurus.
Teks:
وَيْحَ ابْنِ آدَمَ، كَيْفَ يَزْهُو؟ وَإِنَّمَا هُوَ جِيفَةٌ يُؤْذِي مَنْ مَرَّ بِهِ. ابْنُ آدَمَ مِنَ التُّرَابِ خُلِقَ، وَإِلَيْهِ الْمَصِيرُ.
Pengertiannya kurang lebih: 
“Celakalah/duhai anak Adam, bagaimana mungkin ia menyombongkan diri? Padahal ia hanyalah bangkai yang akan mengganggu orang yang melewatinya. Anak Adam diciptakan dari tanah, dan kepadanya (tanah) tempat kembali.”

Ada beberapa lapis makna yang menarik dari teks di atas.

_Pertama_, كَيْفَ يَزْهُو؟  “bagaimana ia bisa berbangga dan membusungkan diri?” Kata yazhū (يزهو) bukan sekadar merasa senang, tetapi menunjuk pada kebanggaan diri yang membuat seseorang melihat dirinya “lebih”: lebih mulia, lebih berkuasa, lebih alim, lebih kaya, atau lebih berpengaruh. Pertanyaan  mendasarnya: "atas dasar apa engkau membesarkan dirimu?"

_Kedua_, وَإِنَّمَا هُوَ جِيفَةٌ merupakan pembongkaran ilusi jasmaniah. Bukan berarti Islam merendahkan martabat manusia. Justru manusia dimuliakan Allah. Yang dihancurkan adalah kesombongan yang bersandar pada tubuh, kedudukan, penampilan, dan atribut duniawi. Tubuh tanpa ruh akhirnya kehilangan segala kemegahannya.

_Ketiga_, مِنَ التُّرَابِ خُلِقَ وَإِلَيْهِ الْمَصِيرُ membentuk semacam lingkaran eksistensial:
تراب ← إنسان ← تراب
tanah → manusia → tanah.
Di antara dua tanah itulah manusia diberi kesempatan untuk mengisi hidupnya dengan عبودية dan خدمة: penghambaan dan khidmah. Maka yang menentukan kemuliaan itu bukan “dari apa tubuh kita”, melainkan apa yang kita lakukan selama perjalanan di antara dua tanah itu.

Dalam perspektif tasawuf, dhawuh ini lebih tajam lagi. Yang sebenarnya sedang dibunuh bukan tubuh, melainkan “aku”. Ketika seseorang berkata dalam batinnya: aku alim, aku pemimpin, aku berjasa, aku paling berhak, organisasi ini karena aku, maka dhawuh ini menjawab:
كَيْفَ يَزْهُو؟
Dengan apa engkau masih membusungkan dada?
Karena itu ia sangat dekat dengan pendidikan tawadhu‘. Bukan تذلل merendahkan martabat diri melainkan menyadari bahwa segala yang ada pada diri adalah amanah, bukan kepemilikan mutlak.
Bahkan saya menangkap satu pesan yang sangat relevan untuk kehidupan jam‘iyyah: jabatan adalah pakaian sementara, sedangkan tanah adalah tempat semua pangkat dilepaskan. Ketua, rais, kiai, pejabat, orang kaya maupun rakyat biasa akhirnya memasuki bumi dengan ukuran liang lahat yang hampir sama.
Maka dhawuh itu seakan dapat diringkas menjadi:
لا تفتخر بما سيتركك، ولكن افتخر بما يبقى لك عند الله.
Jangan membanggakan sesuatu yang kelak akan meninggalkanmu; perhatikanlah sesuatu yang tetap menjadi milikmu di sisi Allah.
Dan pada tingkat tasawuf yang lebih dalam: asal tubuh adalah tanah, tetapi arah ruh adalah Allah. Problem manusia muncul ketika ia membanggakan “tanahnya” dan melupakan perjalanan ruhnya.

Wallahu a'lam bisshawab

Kartasura, 16092026
Penulis Dr. Miftah Faqih
Pengurus PBNU

Disadur oleh: Edi Saputra, S.PdI.,Gr. (Rais Syuriah MWCNU Belalau)

Selasa, 15 September 2026

Betapa banyak orang yang bukan kerabat ternyata lebih baik daripada kerabat sendiri.”

Pic. Source: Al-Mukarram Al- Ust. Muhammad Demyati, M.Pd.,Gr.

Betapa banyak orang yang bukan kerabat ternyata lebih baik daripada kerabat sendiri.”

Atau secara lebih sederhana:

“Tidak sedikit orang asing yang lebih baik daripada keluarga sendiri.”

Ungkapan ini mengajarkan bahwa kedekatan hubungan darah tidak selalu menjamin kebaikan, kasih sayang, dan manfaat.

Maksudnya, terkadang kita menemukan seseorang yang tidak memiliki hubungan darah sama sekali, tetapi ia sangat tulus membantu, menjaga, menasihati, dan menyayangi kita. Sebaliknya, ada orang yang masih memiliki hubungan keluarga, tetapi tidak memberikan perhatian atau bahkan menyakiti.

Hal ini juga sejalan dengan ungkapan Arab yang dikenal:
رُبَّ غَرِيبٍ خَيْرٌ مِنْ قَرِيبٍ
“Betapa banyak orang asing yang lebih baik daripada kerabat.”

Pelajaran yang dapat diambil :
1. Jangan menilai seseorang hanya berdasarkan hubungan darah. Ukuran kemuliaan seseorang adalah akhlak dan kebaikannya.

2. Hargailah orang yang tulus berbuat baik kepada kita, meskipun ia bukan keluarga.

3. Tetap berbuat baik kepada keluarga, walaupun mungkin tidak selalu mendapatkan balasan yang sama.

4. Persahabatan yang dibangun atas keikhlasan dan kebaikan bisa menjadi lebih kuat daripada hubungan yang hanya berdasarkan keturunan.

5. Dalam kehidupan santri, seorang guru, ustaz, dan teman seperjuangan yang bukan keluarga secara nasab dapat menjadi orang yang sangat berjasa dan dekat di hati.
🙏🙏🙏🙏
Salam Ngopi Malam 🍜☕

By: Al-Mukarram Al-Ust KH. Anwar Sanusi, S.Pd.I.,Gr. 
(PP. Daarul Khair Kotabumi)

Disadur oleh: Al-Faqr Edi Saputra, S.PdI.,Gr.

SEBELUM TANAH MEMANGGIL NAMAMU

SEBELUM TANAH MEMANGGIL NAMAMU Wahai jiwa yang mabuk oleh namanya sendiri, mengapa kau bangun istana dari pujian, sedangkan lian...