Jumat, 20 Februari 2026

Penjelasan Gus Baha tentang Shalat Tarawih 4 Rakaat Sekali Salam dan 2 Rakaat Sekali Salam.

Penjelasan Gus Baha tentang Shalat Tarawih 4 Rakaat Sekali Salam dan 2 Rakaat Sekali Salam.

Oleh: Al-Faqr Edi Saputra, S.PdI.,Gr.
Sumber: NU Online

Rais Syuriyah PBNU, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha. (Foto: Dok. Pesantren Al-Falah Ploso) Syarif Abdurrahman Kontributor Download PDF Jakarta, NU Online Rais Syuriyah PBNU, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau akrab disapa Gus Baha menjelaskan bahwa kontroversi kasus shalat tarawih dua rakaat satu salam dengan empat rakaat satu salam sama-sama sah. 

Menurut Gus Baha, tarawih yang dilakukan dengan model 4 rakaat dengan satu salam tetap sah karena pernah dilakukan Nabi Muhammad. Hanya saja memang dalam redaksi hadits lain, tarawih dilakukan dua rakaat satu salam. Sampai beberapa rakaat.

"Sehingga kalau ada shalat tarawih empat rakaat tanpa tasyahud sebelumnya, sebetulnya secara fiqih kita sepakat itu sah," jelasnya seperti dikutip dari pada Rabu (27/3/2022) lewat akun Youtube Islamadina Official. 

Gus Baha berargumen, tarawih 4 rakaat sekali salam tetap sah karena Nabi Muhammad pernah melakukannya berdasarkan hadits dari Aisyah, 
Nabi bersabda:
 مَا كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلّ الله عليه و سلّم يَزِيْدُ فِي رَمَضَانَ وَ لاَ فِي غَيْرِهِ إِحْدَ عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّى أَرْبَعًا، فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَ طُوْلَـهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّى أَرْبَعًا فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَ طُوْلَـهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّى ثَلاَثاً 

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menambah bilangan pada bulan Ramadhan dan tidak pula pada bulan selain Ramadhan dari 11 Rakaat. Beliau shalat 4 rakaat sekali salam, maka jangan ditanya tentang kebagusan dan panjangnya, kemudian shalat 4 rakaat lagi sekali salam maka jangan ditanya tentang bagus dan panjangnya, kemudian shalat witir 3 rakaat.” (HR Muslim) "


Jika beranggapan bahwa empat rakaat tarawih tidak ada tasyahud awal, tidak ada ulama yang mengatakan tasyahud awal itu wajib," bebernya.  

Gus Baha lalu bercerita, Nabi Muhammad juga pernah melakukan shalat tarawih lebih dari empat rakaat baru salam. 
Kejadian tersebut bisa dibaca dalam hadits riwayat Aisyah, Rasulullah saw bersabda:
 كُناَّ نُعِدُّ لَهُ سِوَاكَهُ وَ طَهُوْرَهُ، فَيَـبْعَثُهُ اللهُ مَا شَاءَ أَنْ يَـبْعَثَهُ مِنَ الَّيْلِ، فَيَتَسَوَّكُ وَ يَتَوَضَأُ وَ يُصَلِى تِسْعَ رَكْعَةٍ لاَ يَـجْلِسُ فِيْهَا إِلاَّ فِي الثَّامِنَةِ فَيَذْكُرُ اللهَ وَ يَحْمَدُهُ وَ يَدْعُوْهُ، ثُمَّ يَنْهَضُ وَ لاَ يُسَلِّمُ ثُمَّ يَقُوْمُ فَيُصَلِّى التَّاسِعَةَ، ثُمَّ يَقْعُدُ فَيَذْكُرُ اللهَ وَ يَحْمَدُهُ وَ يَدْعُوْهُ ثُمَّ يُسَلِّمُ تَسْلِيْمًا يُسْمِعْناَ ثُمَّ يُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ بَعْدَ مَا يُسَلِمُ وَ هُوَ قَاعِدٌ (رواه مسلم)
 “Kami dahulu biasa menyiapkan siwak dan air wudhu untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, atas kehendak Allah beliau selalu bangun malam hari, lantas tatkala beliau bangun tidur langsung bersiwak kemudian berwudhu. Kemudian beliau melakukan shalat malam atau tarawih 9 rakaat yang beliau tidak duduk kecuali pada rakaat yang kedelapan lantas membaca pujian kepada Allah dan shalawat dan berdoa dan tidak salam, kemudian bangkit berdiri untuk rakaat yang kesembilan kemudian duduk tahiyat akhir dengan membaca dzikir, pujian kepada Allah, shalawat dan berdoa terus salam dengan suara yang didengar oleh kami. Kemudian beliau melakukan shalat lagi 2 rakaat dalam keadaan duduk.”

(HR. Muslim 1233 marfu’, mutawatir). 
"Nabi pernah shalat witir lebih dari 4 rakaat tidak duduk sama sekali, hanya terakhir duduk terus salam. Ini Nabi Muhammad," ungkap Gus Baha. 

Bagi Gus Baha, empat rakaat tanpa tasyahud  dikatakan sah karena tidak ada ulama mengatakan bahwa tasyahud awal itu wajib. Khasnya hukum sunah itu ketika ditinggal tidak membatalkan shalat. 

Jadi ketika ada tarawih empat rakaat berturut-turut berati tidak ada masalah karena yang ditinggalkan tasyahud awal yang diyakini hanya sunah.  
"Bagi yang menganggap ini masalah, dasarnya tidak cocok lalu dijadikan masalah. Sebenarnya yang mengatakan itu masalah, ia juga beranggapan bahwa tasyahud awal itu sunah,' tandas Gus Baha.

Wallahu A'lam
Sumber selengkapnya baca: https://www.nu.or.id/nasional/penjelasan-gus-baha-tentang-shalat-tarawih-4-rakaat-sekali-salam-dan-2-rakaat-sekali-salam-smnRS

Minggu, 08 Februari 2026

PRESIDEN PRABOWO TERHARU DI TENGAH NU

PRESIDEN PRABOWO TERHARU DI TENGAH NU
Oleh: Al-Faqir Edi Saputra, S.PdI.,Gr. 


Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri dan memberikan pidato pada Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Malang, Jawa Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo mengungkapkan rasa bahagia dan semangat setiap kali berada di tengah keluarga besar NU. Ia menilai NU menghadirkan kesejukan, getaran persaudaraan, serta semangat kesatuan dan keguyuban yang menjadi fondasi penting bagi persatuan bangsa.

Presiden juga menyampaikan apresiasi khusus kepada para kiai, ulama, santri, serta kaum ibu NU yang hadir. Menurutnya, kekuatan moral dan kebersamaan warga NU memberikan energi dan keberanian tersendiri baginya untuk terus berbakti dan mengabdi kepada seluruh rakyat Indonesia tanpa kecuali.

Dalam momentum peringatan 100 tahun NU, Presiden Prabowo menegaskan bahwa sejarah panjang NU telah membuktikan perannya sebagai pilar kebesaran bangsa. Ia menilai NU selalu tampil di garis depan setiap kali negara menghadapi masa-masa sulit dan ancaman, serta konsisten menjaga nilai-nilai keislaman yang moderat, damai, dan berakar kuat pada kebangsaan.

Acara Mujahadah Kubro Satu Abad NU ini menjadi simbol kuat sinergi antara ulama dan umara dalam menjaga persatuan, kedamaian, dan harapan akan terwujudnya Indonesia yang adil, makmur, dan bermartabat.

📸 Foto bawah milik Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Wallahu A'lam
Wallahulmuwafiqu Ila Aqwamit Thariq

Ditantang KH Hasan Gipo, Nyali Muso Si Tokoh PKI Langsung Ciut

Ditantang KH Hasan Gipo, Nyali Muso Si Tokoh PKI Langsung Ciut

Penulis: Al-Faqir Edi Saputra, S.PdI.,Gr.



Ada sebuah kisah menarik tentang Muso, tokoh PKI yang terkenal berangasan, lekas marah dan senang berkelahi itu.

Suatu ketika, ia terlibat dalam perdebatan tentang Tuhan dengan Kiai Abdul Wahab Hasbullah.

Sebagai seorang atheis, Muso tentu saja tidak mau percaya pada Tuhan. Perdebatan semakin seru dan kasar karena pembawaan Muso yang cepat naik darah.

Beberapa orang yang menyaksikan perdebatan itu merasa cemas juga melihat Muso yang awut-awutan dan badannya jauh lebih kekar dan lebih tegap dibanding perawakan Kiai Wahab yang pendek lagi kecil.

Tapi Kiai Wahab lama-lama berpikir juga bahwa tidak ada gunanya melanjutkan diskusi dengan “orang jahil” macam Muso.

Bukan karena gentar dengan tubuh Muso yang bagai beruang. Kiai Wahab, pendekar pencak silat itu, pernah dikeroyok 3-4 penyamun yang tubuhnya jauh lebih besar daripada Muso dalam perjalanan yang angker antara Mekkah dan Madinah sekitar tahun 1920-1925, dan mengalahkan mereka.

Muso satu saja jelas bukan soal. Yang menjadi pikiran Kiai Wahab justru diskusi itu, adu hujjah untuk mencari kebenaran itu. Diskusi dengan Muso yang hanya mengandalkan “otot dan cocot” (main jotos dan mulut besar), Kiai Wahab merasa buang-buang tenaga saja. Senjata manusia adalah akal pikiran dan akhlak mulia, bukan kepalan tinju.

Haji Hasan Sagipoddin atau H Hasan Gipo, Presiden Tanfidziyah HBNU ketika itu, 1926, mengambil alih tempat Kiai Wahab dalam berdebat dengan Muso.

Haji Hasan Gipo terkenal sebagai seorang tokoh yang serba bisa, bisa bermain menurut irama gendang, main halus, atau main kasar. Singkat kata, semua cara bisa ia layani.

Dan Muso ditantang untuk bersamanya menghampiri jalan kereta api Surabaya-Batavia di dekat Krian (antara Surabaya-Mojokerto), menyambut kereta api ekspres yang sedang berlari kencang dengan batang leher masing-masing di rel.

Begitu kereta api nongol dalam kecepatan tinggi, keduanya harus meletakkan batang leher masing-masing di atas rel agar digilas lokomotif serta seluruh rangkaian kereta api, hingga tubuh mereka hancur berkeping-keping.

Nah, dengan jalan demikian, keduanya akan memperoleh bukti atau keyakinan yang ainul yaqin haqqul yaqiüin – tentang adanya Allah SWT.

Tapi Muso yang bertubuh kekar dan besar itu seolah menciut saja. Ia gentar, takut setakut-setakutnya pada tantangan itu.

Wallahu A'lam

Penjelasan Gus Baha tentang Shalat Tarawih 4 Rakaat Sekali Salam dan 2 Rakaat Sekali Salam.

Penjelasan Gus Baha tentang Shalat Tarawih 4 Rakaat Sekali Salam dan 2 Rakaat Sekali Salam. Oleh: Al-Faqr Edi Saputra, S.PdI.,Gr. Sumber: NU...