Senin, 07 September 2026

Dari Tebuireng Menuju Nahdlatul Ulama: Jejak Pengabdian KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Ketua Umum PBNU 2026–2031

Dari Tebuireng Menuju Nahdlatul Ulama: Jejak Pengabdian KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Ketua Umum PBNU 2026–2031


Sosok Kiai di Persimpangan Tradisi, Pesantren, dan Zaman

Nama KH Abdul Hakim Mahfudz, yang lebih akrab disapa Gus Kikin, semakin mendapat perhatian luas setelah ditetapkan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026–2031.

Penetapan tersebut berlangsung dalam rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026.

Bagi banyak orang, terpilihnya Gus Kikin bukan sekadar pergantian kepemimpinan organisasi. Di balik sosoknya terdapat perjalanan panjang yang mempertemukan berbagai dunia: pesantren, keulamaan, pendidikan, dunia usaha, organisasi, hingga pengabdian kepada Nahdlatul Ulama.

Ia tumbuh dari lingkungan keluarga ulama, tetapi perjalanan hidupnya tidak hanya berlangsung di balik tembok pesantren. Ia pernah menempuh pendidikan formal, mengenyam pengalaman profesional, berkecimpung dalam dunia bisnis, dan kemudian kembali semakin dalam ke dunia pesantren hingga dipercaya menjadi salah satu tokoh penting NU.

Dari Tebuireng, salah satu pusat tradisi keilmuan Islam paling berpengaruh di Nusantara, Gus Kikin kini membawa amanah yang jauh lebih besar: memimpin PBNU selama lima tahun ke depan.

⚜️ Lahir dari Keluarga Ulama

KH Abdul Hakim Mahfudz lahir pada 17 Agustus 1958. Ia merupakan putra dari KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj. Abidah Ma'shum.

Sejak kecil, kehidupan Gus Kikin tidak dapat dipisahkan dari lingkungan pesantren. Pendidikan agama pertama-tama diperolehnya dari orang tua. Pada masa itu, keluarganya berada di lingkungan Pondok Pesantren Sunan Ampel, Jombang.

Lingkungan semacam inilah yang menjadi ruang pertama bagi Gus Kikin untuk mengenal agama, tradisi pesantren, adab kepada guru, kehidupan masyarakat, dan nilai-nilai ke-NU-an.

Namun menariknya, perjalanan pendidikannya kemudian tidak berjalan dalam pola yang sepenuhnya sama dengan banyak anak kiai yang sejak kecil hingga dewasa menempuh pendidikan di pesantren.

⚜️ Gus Kikin juga memasuki dunia pendidikan formal.

Ia bersekolah di SMP Negeri Jombang, kemudian melanjutkan pendidikan di SMA Negeri Jombang. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan ke Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta.

Perjalanan tersebut memberi warna tersendiri dalam pembentukan kepribadiannya. Tradisi pesantren yang diwarisi dari keluarga berpadu dengan pengalaman pendidikan formal dan kehidupan profesional yang kemudian dijalaninya.

⚜️ Tumbuh dalam Mata Rantai Keluarga Tebuireng

Dari garis keluarganya, Gus Kikin memiliki hubungan genealogis dengan lingkungan ulama besar Jombang, khususnya keluarga Tebuireng.

Ibunya, Nyai Hj. Abidah Ma'shum, berasal dari keluarga besar ulama Tebuireng. Melalui jalur keluarga tersebut, Gus Kikin memiliki hubungan dengan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama sekaligus pendiri Pondok Pesantren Tebuireng.

Hubungan nasab dengan keluarga ulama tentu bukan sekadar kebanggaan genealogis. Dalam tradisi pesantren, hubungan keluarga juga membawa tanggung jawab moral untuk menjaga nilai-nilai yang telah diwariskan oleh para pendahulu.

KH Hasyim Asy'ari membangun tradisi keilmuan, kepesantrenan, kebangsaan, dan perjuangan yang kemudian menjadi salah satu fondasi penting dalam perjalanan Nahdlatul Ulama.

Karena itu, ketika Gus Kikin akhirnya dipercaya memimpin PBNU, terdapat kesinambungan sejarah yang menarik: seorang keturunan keluarga Tebuireng kembali mendapat amanah untuk mengabdi dalam organisasi yang dahulu didirikan oleh leluhurnya.

Namun amanah itu tentu bukan hanya tentang nama besar keluarga. Ia harus dibuktikan melalui kerja, pengabdian, kemampuan membaca zaman, serta kesediaan untuk melayani umat.

⚜️ Tidak Langsung Menjadi Kiai

Salah satu sisi menarik dari perjalanan hidup Gus Kikin adalah pengalaman profesionalnya sebelum sepenuhnya dikenal sebagai pengasuh pesantren.

Ia pernah memasuki dunia kerja dan profesional. Salah satu pengalaman pentingnya adalah ketika dipercaya menjadi kepala cabang wilayah Cilegon PT Djakarta Lloyd.

Selain itu, ia juga berkecimpung dalam dunia perdagangan komoditas, di antaranya pinang dan minyak atsiri.

Pengalaman tersebut membuat perjalanan hidup Gus Kikin memiliki spektrum yang cukup luas. Ia tidak hanya mengenal kehidupan pesantren dan masyarakat dari perspektif seorang kiai, tetapi juga memahami dinamika dunia usaha, profesionalisme, organisasi, dan ekonomi.

Dalam perjalanan berikutnya, Gus Kikin ikut mendirikan PT Energi Mineral Langgeng yang bergerak di sektor minyak dan gas bumi. Ia juga terlibat dalam pendirian PT Bama Berita Sarana (BBS Group) yang bergerak di bidang media penyiaran berjaringan.

Ia pun pernah terlibat dalam kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (Kadin).

Pengalaman panjang di dunia usaha tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya. Ia berhadapan dengan persoalan-persoalan yang berbeda dari dunia pesantren: bagaimana mengelola organisasi, membangun jaringan, memahami ekonomi, membaca peluang, dan mengambil keputusan.

Semua pengalaman itu kemudian menjadi bekal tersendiri ketika ia kembali semakin dekat dengan dunia pesantren dan organisasi keumatan.

⚜️ Kembali ke Tebuireng

Nama Gus Kikin semakin kuat dikenal publik pesantren ketika ia berada di lingkungan Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.

Ketika KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) dipercaya menjadi pengasuh Tebuireng, Gus Kikin berada di sisi beliau sebagai wakil pengasuh.

Posisi tersebut membuatnya semakin dekat dengan dinamika kehidupan pesantren sekaligus memperluas pengalamannya dalam mengelola lembaga pendidikan dan keumatan.

Gus Sholah sendiri dikenal sebagai tokoh yang memiliki perhatian besar terhadap pendidikan, kebangsaan, kemanusiaan, dan pengembangan pesantren.

Berada di samping Gus Sholah tentu menjadi pengalaman penting bagi Gus Kikin. Ia tidak hanya belajar mengenai pengelolaan pesantren, tetapi juga mengenai bagaimana seorang kiai menghadapi persoalan masyarakat dan bangsa.

Setelah Gus Sholah wafat, amanah kepengasuhan Tebuireng kemudian berlanjut kepada Gus Kikin.

Dengan demikian, perjalanan Gus Kikin memperlihatkan sebuah proses yang panjang. Ia bukan sosok yang tiba-tiba muncul di panggung organisasi. Sebelum menerima amanah yang lebih besar, ia telah melewati berbagai fase kehidupan: sebagai anak kiai, pelajar, profesional, pengusaha, pengelola lembaga, wakil pengasuh, hingga pengasuh pesantren.

⚜️ Mengabdi untuk NU Jawa Timur

Perjalanan Gus Kikin dalam organisasi Nahdlatul Ulama semakin menguat ketika ia dipercaya memimpin Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.

Pada tahun 2024, ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PWNU Jawa Timur masa khidmat 2024–2029 dalam Konferensi Wilayah ke-18 NU Jawa Timur yang berlangsung di Tebuireng.

Kepercayaan tersebut menunjukkan bahwa kiprah Gus Kikin tidak hanya dipandang dalam lingkup keluarga dan pesantren, tetapi juga dalam lingkup organisasi NU.

Jawa Timur sendiri merupakan salah satu basis terpenting Nahdlatul Ulama. Di wilayah inilah terdapat ribuan pesantren, kiai, ulama, madrasah, lembaga pendidikan, serta jaringan warga NU yang sangat luas.

Memimpin PWNU Jawa Timur bukanlah tugas ringan.

Dibutuhkan kemampuan untuk mempertemukan berbagai karakter, menjaga hubungan antara ulama dan masyarakat, mengelola organisasi, sekaligus merawat tradisi NU agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Pengalaman tersebut kemudian menjadi salah satu bagian penting dari perjalanan Gus Kikin menuju tingkat nasional.

⚜️ Muktamar ke-35 dan Jalan Menuju PBNU

Pada Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Gus Kikin menjadi salah satu nama yang diperhitungkan dalam bursa calon Ketua Umum PBNU.

Lima nama yang menyatakan kesediaan maju sebagai calon Ketua Umum PBNU adalah:

1. KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin)
2. KH Zulfa Mustofa
3. KH Abdussalam Shohib (Gus Salam)
4. KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya)
5. KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin)

Dalam proses penjaringan, Gus Kikin memperoleh dukungan suara terbanyak dan berada di posisi pertama.

Nama-nama tersebut kemudian masuk dalam mekanisme pemilihan melalui Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).

AHWA merupakan mekanisme yang digunakan dalam tradisi NU untuk menentukan kepemimpinan tertinggi melalui musyawarah para ulama yang dipercaya.

Sembilan anggota AHWA yang tercantum dalam berita acara tersebut adalah:

- KH Nurul Huda Djazuli
- TGK. KH Nuruzzahri Yahya
- Dr. KH Baharuddin HS
- KH Miftachul Akhyar
- KH Afifuddin Muhajir
- KH Anwar Iskandar
- KH Anwar Mansur
- Dr. KH Abun Bunyamin
- Prof. KH Said Aqil Siroj

Setelah melalui musyawarah, AHWA akhirnya mengambil keputusan.

Pada Senin, 31 Agustus 2026, KH Anwar Iskandar membacakan keputusan bahwa AHWA secara mufakat memilih KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026–2031.

Keputusan tersebut kemudian dituangkan dalam berita acara Muktamar ke-35 NU dan ditandatangani oleh seluruh anggota AHWA.

⚜️ Melengkapi Kepemimpinan PBNU 2026–2031

Terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU melengkapi struktur kepemimpinan PBNU untuk masa khidmat 2026–2031.

Sehari sebelumnya, pada 30 Agustus 2026, KH Miftachul Akhyar telah dipilih sebagai Rais Aam PBNU melalui mekanisme AHWA.

Dengan demikian, kepemimpinan NU periode baru mempertemukan dua amanah besar: Rais Aam sebagai pemegang otoritas tertinggi dalam bidang keulamaan dan Ketua Umum sebagai pemimpin tanfidziyah yang menjalankan roda organisasi.

Bagi Gus Kikin, amanah sebagai Ketua Umum PBNU tentu jauh lebih luas daripada kepemimpinan di tingkat pesantren ataupun wilayah.

PBNU memiliki jaringan yang membentang dari pusat hingga daerah, dari pesantren hingga lembaga pendidikan, dari bidang sosial-keagamaan hingga ekonomi, kesehatan, pendidikan, dakwah, pemberdayaan masyarakat, dan berbagai bidang lainnya.

Karena itu, kepemimpinan Gus Kikin akan berhadapan dengan tantangan yang besar dan beragam.

⚜️ Antara Warisan Lama dan Tantangan Baru

Menarik melihat perjalanan Gus Kikin karena ia berada di antara dua dunia.

Di satu sisi, ia merupakan bagian dari tradisi pesantren yang sangat kuat. Ia tumbuh dalam lingkungan keluarga ulama dan kini menjadi pengasuh salah satu pesantren paling bersejarah di Indonesia.

Di sisi lain, ia memiliki pengalaman di dunia profesional dan usaha.

Perpaduan tersebut dapat menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan NU di masa mendatang.

NU hari ini tidak hanya berbicara tentang pengajian dan pesantren. Organisasi ini juga berhadapan dengan persoalan pendidikan, ekonomi umat, perkembangan teknologi, media, perubahan sosial, generasi muda, kesehatan, lingkungan, hingga dinamika kehidupan kebangsaan.

Seorang pemimpin NU dituntut mampu menjaga akar tradisi sekaligus memahami perubahan.

Tradisi tidak boleh ditinggalkan, tetapi perubahan juga tidak bisa dihindari.

Di sinilah pengalaman Gus Kikin menjadi menarik. Ia lahir dari pesantren, pernah berjalan di dunia profesional, mengenal dunia usaha, kemudian kembali mengabdi di pesantren dan organisasi NU.

Perjalanan tersebut memberinya pengalaman dari berbagai sisi kehidupan masyarakat.

⚜️ Tebuireng sebagai Rumah Pengabdian

Nama Tebuireng tidak dapat dipisahkan dari perjalanan Gus Kikin.

Tebuireng bukan sekadar sebuah pesantren. Ia adalah salah satu pusat sejarah perkembangan Islam dan Nahdlatul Ulama di Indonesia.

Di tempat inilah KH Hasyim Asy'ari membangun pesantren dan melahirkan tradisi keilmuan yang pengaruhnya terus terasa hingga sekarang.

Dari Tebuireng pula lahir banyak ulama, intelektual, pendidik, dan tokoh masyarakat.

Ketika Gus Kikin kemudian menjadi pengasuh Tebuireng, ia berada di dalam mata rantai panjang sejarah tersebut.

Kini, ketika ia dipercaya memimpin PBNU, amanah itu seakan membawa perjalanan Tebuireng ke ruang pengabdian yang lebih luas.

Namun tantangannya juga semakin besar.

Menjadi penerus tradisi tidak cukup hanya dengan menjaga apa yang sudah ada. Penerus juga dituntut mampu membawa nilai-nilai lama agar tetap hidup dalam keadaan zaman yang terus berubah.


⚜️ Seorang Kiai dengan Pengalaman yang Beragam

Gus Kikin merupakan gambaran sosok kiai dengan latar pengalaman yang cukup beragam.

Ia memiliki akar pesantren yang kuat, tetapi pernah menjalani pendidikan formal di luar lingkungan pesantren. Ia pernah bekerja secara profesional, terjun dalam dunia usaha, terlibat dalam organisasi bisnis, mengelola lembaga pesantren, memimpin organisasi NU, hingga akhirnya menerima amanah sebagai Ketua Umum PBNU.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang yang membentuk dirinya.

Dalam konteks kepemimpinan NU, pengalaman di luar pesantren dapat menjadi jembatan untuk memahami dunia masyarakat yang lebih luas.

Sementara akar pesantren menjadi pegangan agar perubahan tidak membuat organisasi kehilangan jati diri.

Keduanya dapat berjalan berdampingan.

Pesantren memberikan kedalaman nilai. Dunia profesional memberikan pengalaman pengelolaan. Organisasi memberikan ruang pengabdian. Sedangkan masyarakat menjadi tempat seluruh nilai itu diuji dan diwujudkan.

⚜️ Amanah Besar di Pundak Gus Kikin

Terpilihnya seseorang sebagai Ketua Umum PBNU bukanlah akhir perjalanan. Justru di situlah tanggung jawab yang lebih besar dimulai.

Ada jutaan warga NU yang berharap organisasi ini terus menjadi rumah besar yang mampu memberikan manfaat.

Ada pesantren yang membutuhkan penguatan. Ada lembaga pendidikan yang perlu dikembangkan. Ada generasi muda yang membutuhkan ruang. Ada masyarakat kecil yang membutuhkan pemberdayaan. Ada tantangan ekonomi, teknologi, sosial, dan kebangsaan yang terus berkembang.

Semua itu membutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga mampu bekerja.

Gus Kikin kini berada pada posisi tersebut.

Pengalamannya sebagai pengasuh pesantren, ketua PWNU Jawa Timur, serta pengalaman panjang di dunia profesional dan usaha akan menjadi modal untuk menjalankan amanah baru.

Namun pada akhirnya, ukuran keberhasilan seorang pemimpin bukanlah seberapa tinggi jabatannya, melainkan seberapa besar manfaat yang mampu ditinggalkan.

⚜️ Dari Keluarga Ulama, Kembali untuk Mengabdi kepada Umat

Perjalanan hidup KH Abdul Hakim Mahfudz memperlihatkan sebuah garis yang menarik.

Ia lahir dari keluarga ulama. Tumbuh dalam lingkungan pesantren. Menempuh pendidikan formal. Berjalan di dunia profesional dan usaha. Kemudian kembali semakin dekat dengan pesantren. Mendampingi Gus Sholah di Tebuireng. Meneruskan kepengasuhan Tebuireng. Memimpin PWNU Jawa Timur. Dan kini menerima amanah sebagai Ketua Umum PBNU.

Perjalanan itu bukan jalan yang pendek.

Ada pengalaman, proses, tanggung jawab, dan berbagai fase kehidupan yang telah dilalui.

Karena itu, ketika nama Gus Kikin disebut sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026–2031, yang terlihat bukan hanya seorang tokoh yang terpilih dalam sebuah muktamar.

Di belakangnya terdapat sejarah keluarga, tradisi Tebuireng, pengalaman dunia usaha, perjalanan organisasi, dan kehidupan pesantren yang panjang.

Kini, semua pengalaman tersebut bertemu dalam satu amanah besar: mengabdi untuk Nahdlatul Ulama dan umat.

⚜️ Menjaga Akar, Menatap Masa Depan

Kepemimpinan Gus Kikin akan berjalan dalam sebuah zaman yang berbeda dengan masa ketika para pendiri NU membangun organisasi ini.

Teknologi berkembang begitu cepat. Generasi muda memiliki cara berkomunikasi yang berbeda. Persoalan ekonomi semakin kompleks. Informasi bergerak tanpa batas. Dunia pesantren juga menghadapi tantangan baru.

Tetapi satu hal tidak berubah: masyarakat tetap membutuhkan ilmu, keteladanan, akhlak, dan pemimpin yang mampu menghadirkan ketenangan.

Di sinilah pesantren memiliki peran penting.

Dan Gus Kikin datang dari rumah besar pesantren.

Ia membawa warisan keilmuan dari keluarga ulama, pengalaman panjang dalam kehidupan profesional, serta pengalaman organisasi yang kemudian mengantarkannya pada amanah nasional.

Harapannya, NU tetap menjadi organisasi yang kuat dalam tradisi sekaligus terbuka terhadap perubahan; teguh dalam prinsip tetapi mampu berdialog dengan zaman; dekat dengan pesantren sekaligus hadir di tengah persoalan masyarakat.

⚜️ Sebuah Babak Baru untuk NU

Terpilihnya KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026–2031 menandai dimulainya babak baru dalam perjalanan Nahdlatul Ulama.

Dari Tebuireng, Gus Kikin membawa pengalaman dan tradisi panjang. Dari dunia profesional dan usaha, ia membawa pengalaman pengelolaan dan jaringan. Dari PWNU Jawa Timur, ia membawa pengalaman organisasi. Dan dari keluarga ulama, ia membawa warisan keilmuan serta tanggung jawab moral.

Kini semua bekal itu berada di bawah satu amanah yang lebih besar.

Lima tahun ke depan akan menjadi ruang pembuktian.

Bukan semata tentang siapa yang memimpin, tetapi tentang bagaimana kepemimpinan itu mampu menghadirkan manfaat bagi umat, memperkuat pesantren, mengembangkan pendidikan, memberdayakan masyarakat, menjaga tradisi keilmuan, serta membawa NU tetap relevan di tengah perubahan zaman.

Sebab pada akhirnya, jabatan dalam tradisi pesantren bukanlah mahkota untuk dibanggakan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.

Dan dari Tebuireng, sebuah perjalanan baru pengabdian Gus Kikin untuk Nahdlatul Ulama kini dimulai.Kalau Anda ingin, artikel ini juga bisa saya ubah menjadi versi lebih puitis dan bernuansa sejarah pesantren, lengkap dengan subjudul per bab dan pembuka yang lebih kuat seperti tulisan profil tokoh di majalah.

Penulis: Al-Faqir Edi Saputra, S.PdI.,Gr.,M.Pd.(cand).,CAU

(Dirangkum dari berbagai sumber)

#ulama 
#nu 
#pbnu 
#jombang

Wirid Nusantara

Wirid Nusantara

Ya Allah…
Engkaulah Laut yang menampung segala arus,
dan kami hanyalah perahu-perahu kecil
yang sering tersesat oleh ombak kepentingan.

Ya Rahman…
Indonesia ini adalah sajadah raksasa,
dari Sabang sampai Merauke,
ditenun dengan benang doa para wali,
dicuci dengan air mata para syuhada.
Tapi sajadah ini kini ternodai
oleh jejak kaki yang mabuk kuasa,
oleh noda tamak yang menolak sujud.

Ya Rahim…
Gunung-gunung masih rukuk dalam keheningan,
laut-laut masih bertasbih dengan gelombangnya,
tapi manusia di atasnya sering lupa:
lupa bahwa bumi adalah masjid,
dan rakyat kecil adalah imam yang menangis di belakang.

Ya Quddus…
Di kota-kota, layar kaca menyala,
menampilkan wajah yang tersenyum palsu,
sementara di pelosok,
anak-anak masih lapar,
ibu-ibu masih menjual perhiasan terakhirnya
demi sebungkus beras.

Ya Salam…
Burung garuda masih mengepak,
tapi bulunya rontok satu per satu,
karena di dadanya,
ada pertarungan antara nurani dan ambisi,
antara kasih dan kerakusan.

Ya Ghafur…
Ampuni kami yang menjual hutan
demi koin sesaat.
Ampuni kami yang membakar ladang
sambil menutup hidung sendiri.
Ampuni kami yang mengaku merdeka
tapi masih diperbudak layar,
oleh angka-angka, oleh gengsi, oleh syahwat dunia.

Ya Fattah…
Bukalah hati kami,
agar kembali mendengar
suara azan dari langit biru Indonesia.
Bukalah mata kami,
agar bisa melihat wajah-Mu
di mata petani, nelayan, dan anak jalanan.
Bukalah jalan kami,
agar persatuan bukan hanya slogan,
tapi napas yang hidup dalam dada kami.

Ya Baqi…
Ajarkan kami dzikir pohon,
yang tetap tegak meski ditebang;
ajarkan kami dzikir tanah,
yang sabar menanggung jejak-jejak kotor manusia;
ajarkan kami dzikir hujan,
yang jatuh lembut menyuburkan
tanpa memilih ladang siapa.

Ya Nur…
Biarlah cahaya-Mu menjadi matahari baru Nusantara,
yang menyinari rumah-rumah gelap,
yang menyalakan obor keadilan,
yang menghangatkan anak-anak bangsa
agar tidak membeku dalam apatis.

Ya Haqq…
Jika negeri ini harus rebah,
biarlah rebah dalam sujud,
jangan dalam kelalaian.
Jika negeri ini harus menangis,
biarlah menangis dalam doa,
bukan dalam kelaparan yang tak dihiraukan.
Jika negeri ini harus hancur,
biarlah hancur di tangan-Mu,
bukan di tangan mereka
yang menggadaikan nurani.

Ya Wadud…
Peluklah Indonesia
dengan kasih yang tak bertepi.
Satukan denyut jutaan hati
dalam satu wirid: “Cinta adalah Indonesia,
Indonesia adalah Cinta.”


Penulis: Miftah Faqih
Disadur oleh: Edi Saputra, S.PdI.,Gr.,(M.Pd.[cand].,CAU

Rabu, 15 Juli 2026

Prompt STRUKTUR ORGANISASI KELAS

Promptnya :
Buat poster pendidikan ukuran vertikal A4 dengan gaya ilustrasi kartun 3D Disney-Pixar yang ceria, berwarna cerah, dan sangat detail. Tema: “Struktur Organisasi Kelas SD Tahun Ajaran 2026/2027”.

Di bagian atas terdapat judul besar 3D berwarna-warni:

πŸ“š STRUKTUR ORGANISASI KELAS
TAHUN AJARAN 2026/2027

Latar belakang berupa ruang kelas SD Indonesia yang bersih, penuh dekorasi edukatif, papan tulis, rak buku, tanaman hias, balon, bintang, dan ornamen sekolah yang menarik. Dan fantastis .

Di tengah poster terdapat bagan struktur organisasi yang rapi dengan kotak-kotak berwarna pastel campur dove yang saling terhubung menggunakan garis dan panah lucu.

Susunan Jabatan:
πŸ‘©‍🏫 Wali Kelas : Bu Mira Kesumawati 

πŸ‘¦ Ketua Kelas : (Reizand)

πŸ‘§ Wakil Ketua : (Azka)

πŸ“ Sekretaris : (Aisya)

πŸ’° Bendahara : (Cheryl)

🧹 Koordinator Kebersihan : (Vano)

πŸ“– Koordinator Literasi : (Kayla)

🌱 Koordinator Tanaman Kelas : (Amelia)

πŸƒ Koordinator Olahraga : (Nabil)

🎨 Koordinator Kreativitas : (Deby)

Setiap jabatan disertai ilustrasi siswa SD Indonesia mengenakan seragam merah putih. Siswa perempuan memakai hijab putih, siswa laki-laki berambut rapi. Semua karakter tersenyum ceria dan tampil profesional sesuai tugasnya.

Tambahkan ikon kecil yang sesuai:

* Buku untuk sekretaris
* Uang untuk bendahara
* Sapu untuk kebersihan
* Buku bacaan untuk literasi
* Tanaman untuk koordinator tanaman
* Bola untuk olahraga
* Palet warna untuk kreativitas

Gunakan kombinasi warna pastel biru, kuning, hijau, pink, dan ungu. Desain sangat rapi, modern, ramah anak, berkualitas tinggi, ultra-detail, pencahayaan cerah, fokus tajam, 4K educational poster, cocok dipajang di kelas SD Indonesia
 Kombinasikan dengan
Jadwal piket kelas buat dalam 1 hari berisi 4-5 siswa.

Senin ( kayla, Vano , Ervan , Megi) 

Selasa ( Cheryl, Reizand, Nawa, Abil )

Rabu ( Nabil, Chaca, Fatih, Suci)

Kamis (Aisya , Azka, Amatul, Duha) 

Jumat ( Verza , Dara, Deby)

Sabtu ( Amel , Mila, Farel )




Prompt JADWAL PIKET KELAS

Prompt JADWAL PIKET KELAS

Buat ilustrasi 3D gaya kartun lucu ala Pixar, sangat detail, warna cerah, bersih dan rapi, dengan suasana ruang kelas sekolah dasar yang hangat, ceria, dan edukatif.

Tampilkan sebuah papan kayu besar di bagian tengah atas dengan desain ukiran halus, dihiasi bunga kecil warna-warni dan bendera segitiga di bagian atas. Di papan tersebut tuliskan judul utama dengan huruf besar dan timbul:

"JADWAL PIKET KELAS"

Di bawahnya tambahkan papan kecil bertuliskan:

"Kelas 3B"
"Tahun Ajaran 2026/2027"

Di sisi kiri atas tambahkan logo sekolah berbentuk lingkaran dengan tulisan:
"MI MAJU BERSAMA"

Di bawah judul utama, tampilkan 6 papan gantung vertikal dari kayu, masing-masing berwarna pastel dan diberi label hari:

Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jumat
Sabtu

Setiap papan berisi daftar nama siswa (5–6 nama per hari), dengan bullet point lucu seperti bunga atau ikon kecil.

Tambahkan elemen dekoratif seperti:

Jam dinding di kanan atas
Rak buku kecil dengan tanaman hias
Jendela dengan pemandangan cerah

Logo kementerian agama sebelah kiri bagian atas

Di bagian bawah tengah, tampilkan papan bertuliskan:

"Tugas Piket Hari Ini"
Dengan daftar:

Menyapu kelas
Merapikan meja & kursi
Membuang sampah
Membersihkan papan tulis
Menyiram tanaman
Merapikan rak buku

Di bagian bawah, tampilkan karakter:

Seorang laki-laki memakai peci berwarna hitam dan seragam ASN Guru , memakai kacamata, tersenyum ramah sambil memegang buku
Tiga anak Madrasah Ibtidaiyah memakai celana warna hijau:
Anak laki-laki sedang menyapu
Anak perempuan berhijab sedang membuang sampah ke tempat sampah hijau bertuliskan "Sampah"
Anak laki-laki lain sedang merapikan atau membaca buku

Gunakan pencahayaan hangat, bayangan halus, tekstur kayu realistis, dan ekspresi karakter yang imut serta menyenangkan.

Style: 3D cartoon, Pixar style, high detail, soft lighting, pastel color palette, clean composition, educational poster

Prompt STRUKTUR ORGANISASI KELAS


Prompt STRUKTUR ORGANISASI KELAS

Guru
πŸ‘‡πŸ‘‡
Buat poster Struktur Organisasi Kelas 2 MI bergaya 3D cartoon premium, warna cerah, ramah anak, ultra detail, kualitas 8K. Tema ruang kelas sekolah dasar yang hangat, ceria, edukatif, dan inspiratif.

Di bagian atas terdapat papan kayu besar dengan efek emboss 3D bertuliskan:

"STRUKTUR ORGANISASI KELAS"

"MIS INFO PPG KEMENAG"

"TAHUN AJARAN 2026/2027"

Di tengah poster tampil bagan organisasi berbentuk pohon atau struktur bertingkat dengan kotak yang diisi nama:

Wali Kelas
Muhamad Yasin, S.Pd.I
Ketua Kelas
M. Azril
Wakil Ketua Kelas
Bayana Saksawana
Sekretaris
Safa Marwah
Bendahara
Najma Syarafana
Seksi Kebersihan
Sandi Pratama
Seksi Keamanan
M. Nauval Arzani
Seksi Kesehatan
Maira Hasna
Setiap jabatan memiliki ikon 3D lucu:

Ketua kelas: piala emas

Wakil: simbol kerja sama

Sekretaris: buku dan pena

Bendahara: celengan Dollar

Kebersihan: sapu dan kemoceng

Keamanan: peluit dan perisai

Kesehatan: kotak P3K

Tambahan data nama untuk setiap kotak jabatan. 

Tambahkan karakter siswa Madrasah Ibtidaiyah Indonesia laki-laki dan perempuan mengenakan seragam putih merah, perempuan baju dan rok panjang dengan jilbab putih, laki laki celana panjang, ekspresi ceria, aktif belajar, membaca buku, menyiram tanaman, melukis, membersihkan kelas, dan bekerja sama.

Tambahkan dekorasi ruang kelas modern: rak buku, globe, tanaman hijau, bendera warna-warni, jendela dengan cahaya matahari, piala prestasi, buku terbuka, alat tulis, dan ornamen pendidikan.

Gunakan warna pastel cerah, kombinasi biru, hijau, kuning, oranye, merah, dan ungu. Efek glossy, soft lighting, depth of field, cinematic lighting, highly detailed, cute educational poster, premium school wall chart, professional typography, clean composition, vibrant colors, children's classroom decoration, masterpiece, ultra realistic 3D illustration.

Pada bagian bawah tambahkan slogan:

"Raih Prestasi dan Jadilah Anak Hebat Yang Bertanggung Jawab"

--ar 2:3 --quality ultra --style 3D cartoon premium --high detail --school poster design --8K resolution.

Prompt JADWAL PIKET KELAS

Prompt JADWAL PIKET KELAS πŸ‘‡

Buat sebuah **poster infografis "JADWAL PIKET KELAS 6A"** dengan gaya ilustrasi **3D cartoon premium Pixar/Disney style**, sangat lucu, ceria, penuh warna, ultra detailed, high resolution 8K, kualitas cetak, komposisi simetris, pencahayaan hangat, warna cerah, sangat menarik untuk siswa SD.
Poster berorientasi **portrait rasio 4:5**, dengan latar belakang langit biru cerah, awan putih lembut, sinar matahari tersenyum di pojok kanan atas, pepohonan hijau rimbun, bunga warna-warni, rerumputan hijau, kupu-kupu, pagar putih kecil, dan suasana taman sekolah yang bersih, ceria, serta penuh keceriaan.
Di bagian atas terdapat **papan kayu besar** dengan efek ukiran kayu alami bertuliskan:
**JADWAL PIKET KELAS 6A**
menggunakan font kartun 3D besar berwarna-warni (pink, oranye, hijau) dengan outline putih dan bayangan lembut.
Di bawah judul terdapat pita kecil bertuliskan:
**"Kelas yang Bersih, Belajar Jadi Nyaman"**
---
### Tata Letak
Susun **5 bunga matahari raksasa** sebagai tempat jadwal piket.
Setiap bunga memiliki:
* Kelopak bunga matahari kuning cerah
* Tengah bunga berbentuk lingkaran krem
* Badge bulat berwarna berbeda di bagian atas
* Font besar dan mudah dibaca
* Efek glossy dan bayangan lembut
Urutan:

 SENIN
1. Fadhil
2. Astiya
3. Khasama
4. Rifky
5. Sakira
6. Sopyan
Di bawah bunga terdapat anak laki-laki sedang menyapu lantai menggunakan sapu.

 SELASA
1. Dani
2. Denia
3. Fabiyan
4. Damar C.
5. Luna
6. Fahri
Di bawah bunga terdapat anak perempuan berhijab sedang mengelap meja kelas.

 RABU
1. Rafa E
2. Bilqis
3. Gilang
4. Naela
5. Leo
6. Mutiara
Di bawah bunga terdapat anak laki-laki sedang membuang sampah ke tempat sampah hijau.

 KAMIS
1. Sabiq
2. Penita
3. L. Rafa
4. Algi
5. Naufal
6. Juana
Di bawah bunga terdapat anak perempuan sedang menyiram tanaman menggunakan gembor biru.

 JUMAT
1. Akika
2. Damar W.
3. Ufaira
4. Jihan
5. Azyan
6. S. Saabiq
7. Idham
Di bawah bunga terdapat anak laki-laki sedang mengepel lantai dengan ember merah.
### Kotak Informasi
Di sisi kanan bawah terdapat papan informasi berwarna kuning-oranye bertuliskan:
**TUGAS KITA BERSAMA**
 Menyapu lantai kelas
 Menghapus papan tulis
 Merapikan meja dan kursi
 Membuang sampah
 Menyiram tanaman
 Menjaga kebersihan kelas
Di bagian bawah:
**"Terima kasih sudah bertanggung jawab!"**
---
### Bagian Bawah Poster
Tambahkan papan kayu besar bertuliskan:
**BERSIH KELASNYA, HEBAT SISWANYA!**
Di bawahnya:
**Yuk, Piket Dengan Semangat!**
Tambahkan ikon hati kecil di kanan kiri tulisan.

MATAMUDA 2026 Hadir dengan Semangat Ramah Anak, Edukatif, dan Bebas Perundungan, Yayasan Ar-Raihan Belalau

MATAMUDA 2026 Hadir dengan Semangat Ramah Anak, Edukatif, dan Bebas Perundungan, Yayasan Ar-Raihan Belalau



Lampung Barat – Kementerian Agama Republik Indonesia resmi menghadirkan transformasi MATSAMA menjadi MATAMUDA (Masa Ta'aruf Murid Madrasah) sebagai wajah baru masa pengenalan peserta didik di madrasah. Perubahan ini tidak hanya sebatas pergantian nama, tetapi menjadi langkah strategis dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, serta berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik sejak hari pertama memasuki madrasah.

Sejalan dengan semangat tersebut, Yayasan Ar-Raihan Belalau menyiapkan pelaksanaan MATAMUDA 2026 dengan konsep Edufun (Education and Fun) yang memadukan pendidikan karakter, pengenalan lingkungan madrasah, penguatan nilai keislaman, kreativitas, dan hiburan edukatif sehingga peserta didik baru dapat beradaptasi dengan penuh kegembiraan tanpa adanya praktik perpeloncoan.

MATAMUDA merupakan program nasional Masa Ta'aruf Murid Madrasah yang menjadi pedoman resmi bagi seluruh madrasah di Indonesia dalam menyambut peserta didik baru. Program ini dirancang sebagai kegiatan pengenalan lingkungan madrasah yang edukatif, menyenangkan, aman, ramah anak, bebas kekerasan, serta menanamkan karakter positif sejak awal.

Berbeda dengan pola orientasi di masa lalu, MATAMUDA menegaskan bahwa seluruh kegiatan harus mengedepankan penghormatan terhadap martabat peserta didik, menjauhi segala bentuk perpeloncoan, intimidasi, bullying, maupun diskriminasi.

Pelaksanaan MATAMUDA melibatkan seluruh unsur pendidikan, yaitu:

1. Kepala Madrasah sebagai penanggung jawab.
2. Panitia penyelenggara.
3. Guru dan tenaga kependidikan.
4. Pengurus IPM, Alumni, maupun peserta didik berprestasi sebagai pendamping.
5. Orang tua peserta didik.
6. Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota sebagai pembina dan pengawas.
7. Yayasan Ar-Raihan Belalau
8. Seluruh peserta didik baru sebagai subjek utama kegiatan.

Pelaksanaan MATAMUDA dilaksanakan:

Maksimal selama lima hari.
Pada pekan pertama tahun pelajaran baru.
Berlangsung pada hari efektif pembelajaran.
Tahun ajaran 2026/2027 dimulai pada Juli 2026 sesuai kalender pendidikan masing-masing daerah.

MATAMUDA diprioritaskan berlangsung di lingkungan madrasah agar peserta didik lebih cepat mengenal ruang belajar, perpustakaan, laboratorium, UKS, masjid atau musala, kantin, lapangan, ruang guru, hingga fasilitas pendukung lainnya.

Apabila kegiatan dilaksanakan di luar madrasah, wajib memperoleh persetujuan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota maupun Kantor Wilayah sesuai kewenangannya.

Transformasi MATAMUDA dilakukan sebagai upaya membangun budaya madrasah yang lebih humanis.

Program ini bertujuan:

1. Membantu peserta didik beradaptasi dengan lingkungan baru.
2. Menanamkan akhlakul karimah.
3. Menguatkan karakter kebangsaan dan moderasi beragama.
4. Membentuk budaya belajar yang positif.
5. Menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
6. Mewujudkan madrasah yang aman dan bebas kekerasan.
7. Mendukung Kurikulum Berbasis Cinta.

Pelaksanaan MATAMUDA dilakukan melalui berbagai aktivitas yang menyenangkan, interaktif, kolaboratif, dan berbasis pengalaman belajar langsung.

Materi disampaikan melalui permainan edukatif, diskusi, simulasi, praktik lapangan, proyek kelompok, hingga kegiatan refleksi sehingga peserta didik tidak hanya menerima materi secara pasif, tetapi ikut aktif dalam proses pembelajaran.

Lima Materi Pokok MATAMUDA

Kementerian Agama menetapkan lima materi utama yang wajib diberikan kepada peserta didik baru.

Pertama, Kemadrasahan, yaitu mengenalkan profil, sejarah, visi, misi, budaya, tata tertib, serta keunggulan madrasah.

Kedua, Nilai-Nilai Madrasah, berupa pembiasaan akhlak mulia, disiplin, tanggung jawab, adab kepada guru dan teman, serta budaya belajar.

Ketiga, Madrasah Aman dan Menyenangkan, yang menekankan pencegahan kekerasan, anti-bullying, literasi digital, perlindungan anak, serta terciptanya lingkungan belajar yang nyaman.

Keempat, Moderasi Beragama dan Kebangsaan, untuk memperkuat sikap toleransi, cinta tanah air, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.

Kelima, ASRI dan Ekoteologi, yaitu membangun kepedulian terhadap kebersihan, kesehatan, penghijauan, dan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari ibadah.

Materi Dapat Dikembangkan

Madrasah diberikan ruang untuk mengembangkan materi sesuai karakteristik masing-masing tanpa meninggalkan pedoman nasional.

Pengembangan materi harus:

1. Menyenangkan.
2. Interaktif.
3. Ramah anak.
4. Berbasis karakter.
5. Bebas kekerasan.
6. Menghadirkan narasumber sesuai kompetensi.

Selain itu juga dilakukan penyusunan Profil Belajar Siswa (PBS) serta pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis melalui koordinasi dengan fasilitas kesehatan.

Empat Pilar Pelaksanaan

Keberhasilan MATAMUDA menjadi tanggung jawab bersama melalui empat pilar utama.

Pertama, kepemimpinan kepala madrasah dan panitia.

Kedua, pelaksanaan yang edukatif.

Ketiga, lingkungan yang inklusif, aman, nyaman, dan ramah anak.

Keempat, keterlibatan kakak pendamping seperti IPM, Alumni, maupun peserta didik berprestasi sebagai teladan.

Penganggaran dan Evaluasi

Pelaksanaan MATAMUDA dapat didukung melalui dana BOS maupun sumber lain yang sah sesuai ketentuan.

Setelah kegiatan selesai, madrasah wajib melakukan evaluasi terhadap:

1. Proses kegiatan.
2. Kinerja panitia.
3. Pendamping peserta didik.
4. Partisipasi peserta.

Laporan pelaksanaan disampaikan kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota paling lambat 30 hari kerja setelah kegiatan berakhir.

Larangan Tegas

Panduan MATAMUDA memberikan penegasan bahwa seluruh kegiatan wajib bebas dari:

1. Perpeloncoan.
2. Kekerasan fisik maupun verbal.
3. Bullying.
4. Pelecehan.
5. Diskriminasi.
6. Pemberian atribut yang merendahkan martabat peserta didik.
7. Kegiatan yang tidak memiliki nilai edukatif.

Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat dikenakan sanksi administratif hingga sanksi sesuai peraturan perundang-undangan.

MATAMUDA Ramah Menjadi Momentum Penting

Semangat MATAMUDA juga sejalan dengan pelaksanaan MPLS Ramah di sekolah umum.

Enam materi penting yang harus disampaikan kepada peserta didik meliputi Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, pendidikan karakter, pencegahan judi online dan NAPZA, pencegahan perundungan, sekolah ramah anak, serta adaptasi lingkungan sekolah dan budaya positif.

Materi tersebut bertujuan membangun karakter peserta didik sejak hari pertama sehingga sekolah menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan.

Belajar dari Berbagai Kasus Perundungan

Berbagai kasus perundungan yang pernah terjadi di lingkungan pendidikan menjadi pelajaran penting bahwa sekolah harus menjadi ruang yang melindungi setiap anak.

Perundungan, baik secara fisik, verbal, sosial maupun digital, dapat memberikan dampak serius terhadap kesehatan mental, prestasi belajar, bahkan keselamatan peserta didik.

Karena itu, seluruh satuan pendidikan didorong membangun budaya saling menghormati, empati, gotong royong, serta menyediakan mekanisme pelaporan apabila terjadi tindakan kekerasan.

Guru, orang tua, dan peserta didik memiliki tanggung jawab bersama untuk mencegah segala bentuk perundungan.

Konsep Edufun Yayasan Ar-Raihan Belalau

Sebagai implementasi MATAMUDA, Yayasan Ar-Raihan Belalau merancang kegiatan yang lebih kreatif melalui konsep Edufun.

Beberapa program unggulan yang dirancang antara lain:

Jelajah Madrasah Gamification, berupa petualangan mencari pos melalui peta dan teka-teki dengan tantangan edukatif di setiap lokasi.
Festival Ekstrakurikuler, di mana peserta didik mencoba langsung berbagai kegiatan seperti Tari, Pramuka, Tahfidz dan lainnya.
Pohon Impian dan Deklarasi Anti-Bullying, sebagai komitmen bersama menciptakan madrasah yang aman.
Ice Breaking Edukatif, permainan kerja sama, senam otak, dan aktivitas kreatif yang membangun kekompakan.
Pentas Seni Islami, sebagai ruang menampilkan bakat, tahfidz, puisi, tari, pidato, maupun kreativitas lainnya.

Pendampingan dilakukan oleh GTK sebagai orang tua asuh sehingga peserta didik baru merasa lebih nyaman dalam beradaptasi.

Sepuluh Aktivitas MATAMUDA yang Berkesan

Agar peserta didik merasa diterima sejak hari pertama, berbagai aktivitas kreatif dapat diterapkan, antara lain berburu teman baru, jelajah lingkungan sekolah, menulis surat untuk diri sendiri, tantangan kerja sama, pohon impian, simulasi budaya sekolah, tur bersama kakak kelas, bermain peran anti-bullying, galeri bakat, serta penyusunan komitmen kelas bersama.

Melalui kegiatan tersebut, peserta didik tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga belajar membangun rasa percaya diri, komunikasi, kolaborasi, dan sikap saling menghargai.

Hari Pertama yang Akan Selalu Diingat

Hari pertama sekolah merupakan awal perjalanan pendidikan yang akan tersimpan dalam ingatan setiap anak. Pengalaman positif pada masa pengenalan lingkungan akan membantu peserta didik lebih percaya diri, nyaman, serta memiliki semangat belajar yang tinggi.

Sebaliknya, pengalaman yang dipenuhi tekanan, intimidasi, atau perpeloncoan dapat meninggalkan luka psikologis yang berdampak panjang.

Karena itu, MATAMUDA 2026 hadir sebagai gerakan nasional untuk memastikan setiap peserta didik disambut dengan penuh kasih sayang, penghormatan, dan kebahagiaan.

Dengan kolaborasi pemerintah, madrasah, guru, tenaga kependidikan, orang tua, serta peserta didik, MATAMUDA diharapkan menjadi langkah awal mencetak generasi madrasah yang berakhlak mulia, berkarakter, berprestasi, sehat, tangguh, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

"MATAMUDA bukan sekadar kegiatan penyambutan murid baru, tetapi merupakan gerbang awal membangun budaya madrasah yang aman, inklusif, religius, berprestasi, dan bebas perundungan. Bersama kita sukseskan MATAMUDA 2026 dengan semangat Berkarakter, Berprestasi, dan Menyenangkan."


Penulis: Edi Saputra, S.PdI.,Gr.,M.Pd.(Cand).,CAU

Dari Tebuireng Menuju Nahdlatul Ulama: Jejak Pengabdian KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Ketua Umum PBNU 2026–2031

Dari Tebuireng Menuju Nahdlatul Ulama: Jejak Pengabdian KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Ketua Umum PBNU 2026–2031 Sosok Kiai...