Tampilkan postingan dengan label Karomah Mbah Sholeh Darat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karomah Mbah Sholeh Darat. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Januari 2026

Karomah Mbah Sholeh Darat, Rubah Bongkahan Batu Jadi Emas

Karomah Mbah Sholeh Darat
Bungkam Kacung Belanda yang Hendak Menyogoknya, Rubah Bongkahan Batu Jadi Emas

Penulis: Al-Faqir Edi Saputra, S.PdI.,Gr.


Muhammad Shaleh ibn Umar Al-Samarani atau Mbah Sholeh Darat dikenal sebagai guru dari para ulama Nusantara. Sebagai Wali Allah, Mbah Shaleh Darat juga dikenal memiliki karomah

Muhammad Shaleh ibn Umar Al-Samarani atau Mbah Sholeh Darat dikenal sebagai guru dari para ulama Nusantara. Di antara murid-muridnya, di kemudian hari jadi ulama terkenal dan berpengaruh. Di antarannya, KH Hasyim Asy'ari pendiri NU dan KH Ahmad Dahlan pendiri Persarikatan Muhammadiyah.

Dalam kitab-kitab yang ditulisnya, dia acap menggunakan nama Syeikh Haji Muhammad Shalih ibn Umar Al-Samarani.

Sematan nama Darat karena beliau tinggal di kawasan dekat pantai utara Semarang, yakni tempat berlabuhnya orang-orang dari luar Jawa, yang lantas juga menjadi nama pesantren, Ponpes Darat.

Hingga kini makam Mbah Sholeh Darat pun menjadi tujuan ziarah banyak orang. Salah seorang wali terkenal yang sering mengunjungi makamnya adalah Gus Miek (Hamim Jazuli).

Mbah Sholeh Darat memiliki pengaruh besar dalam perkembangan Islam di Indonesia. Murid-muridnya kelak terus berdakwah Islamiyah di penjuru tanah air.

Mbah Sholeh Darat juga dikenal nasionalis. Beliau adalah sosok ulama yang menentang penjajahan.

Sebagai Wali Allah, Mbah Shaleh Darat juga dikenal memiliki banyak karomah. Berikut ini adalah kisah ketika Mbah Sholeh Darat hendak disogok Belanda karena keberpihakannya kepada rakyat.

Dikisahkan karena mengetahui pengaruh Mbah Shaleh Darat yang besar, pemerintah Belanda mencoba menyogok Mbah Sholeh Darat. 

Maka diutuslah seseorang untuk menghadiahkann banyak uang kepada Mbah Sholeh, dengan harapan Mbah Sholeh Darat mau berkompromi dengan penjajah Belanda. 

Mengetahui hal ini Mbah Sholeh Darat marah, dan tiba-tiba dia mengubah bongkahan batu menjadi emas di hadapan utusan Belanda itu. 

Namun kemudian Mbah Sholeh Darat menyesal telah memperlihatkan karomahnya di depan orang. Beliau dikabarkan banyak menangis jika mengingat kejadian ini hingga akhir hayatnya.

Kiai Sholeh Darat wafat di Semarang pada hari Jumat Wage tanggal 28 Ramadan 1321 H atau 18 Desember 1903 dan dimakamkan di pemakaman umum 'Bergota' Semarang, dalam usia 83 tahun.

Wallahu A'lam

Ditantang KH Hasan Gipo, Nyali Muso Si Tokoh PKI Langsung Ciut

Ditantang KH Hasan Gipo, Nyali Muso Si Tokoh PKI Langsung Ciut Penulis: Al-Faqir Edi Saputra, S.PdI.,Gr. Ada sebuah kisah menarik tentang Mu...