Keutamaan Salat Tarawih Malam 1-30 dalam Kitab Durratun Nasihin
Hadits tentang Fadhilah Salat Tarawih Malam 1-30 dan Penjelasannya
Salat tarawih dapat dikerjakan secara munfarid (sendirian) maupun berjemaah di rumah maupun tempat ibadah. Namun, pelaksanaan salat tarawih yang utama adalah secara bersama-sama di masjid maupun musala sekaligus menunaikan salat isya berjemaah.
Di Indonesia, kaum muslim berbondong-bondong datang ke masjid atau musala pada malam ramadhan untuk mendirikan salat tarawih. Kedatangan mereka tidak lain adalah untuk mendapatkan keutamaan salat Tarawih.
Salah satu hadits keutamaan salat tarawih malam 1-30 atau salat sunnah pada malam Ramadhan, disebutkan dari riwayat Abu Hurairah Ra. sebagai berikut:
“Rasulullah saw. menganjurkan untuk melakukan qiyamu Ramadan [salat tarawih], tetapi tidak mewajibkannya, sebagaimana sabda beliau: 'Barang siapa yang terjaga [melakukan qiyam] pada Ramadan karena iman dan mengharap pahala akan diampuni dosanya yang telah lalu,” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dalam hadis lain dari riwayat Abu Dzar Al-Ghifari, juga disebutkan pahala shakat tarawih dari malam 1 sampai 30 sebagai berikut:
“Siapa yang salat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh," (HR. Nasai, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, dan Tirmidzi).
Daftar Keutamaan dan Pahala Salat Tarawih Malam 1-30 Menurut Kitab Durratun Nasihin
Durratun Nashihin fil Wa'zhi wal Irsyad (1804 M/ 1224 H) merupakan kitab karangan Syekh Usman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syakir Al-Khubawi. Durratun Nashihin menjadi salah satu kitab yang membahas banyak keutamaan salat Tarawih.
Akan tetapi, khusus tentang keutamaan salat tarawih, kita perlu berhati-hati dalam membaca kitab Durratun Nashihin. Sebagai pembanding, terdapat buku Hadits-Hadits Lemah dan Palsu Dalam Kitab Durratun Nasihin oleh Dr. Ahmad Lutfi Fathullah M.A. yang dapat dijadikan tausiyah umat Islam dalam mengerjakan ibadah tersebut.
Dalam ceramah "Tidak Ada Fadhilah Taraweh, Benarkah?" di kanal Youtube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menyebutkan bahwa keutamaan salat tarawih adalah diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Ini merupakan keutamaan salat sunnah yang dikerjakan pada bulan Ramadhan, mengacu pada hadis riwayat Bukhari dan Muslim di atas.
Diampuni dosa karena iman dan mengharapkan pahala sudah merupakan anugerah yang luar biasa dari Allah. Oleh karenanya, yang difokuskan umat Islam saat mengerjakan salat tarawih adalah berusaha setulus mungkin menjalankan salat sunnah tersebut, baik yang 8 rakaat, 20 rakaat, atau 36 rakaat.
Dikutip dari artikel NU Online bertajuk "Keutamaan salat Tarawih dalam Kitab Durratun Nasihin" yang ditulis Firdausi, berikut ini keutamaan salat Tarawih malam 1-30 kitab Durratun Nasihin:
Salat Tarawih Malam Ke-1:
يَخْرُجُ الْمُؤْمِنُ مِنْ ذَنْبِهِ فِى اَوَّلِ لَيْلَةٍ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ اُمُّهُ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam pertama, dosa orang mukmin [yang melakukan tarawih] akan keluar seperti ketika ibunya melahirkan ia ke dunia.”
Salat Tarawih Malam Ke-2:
وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّانِيَةِ يُغْفَرُ لَهُ وَلِأَبَوَيْهِ اِنْ كَانَا مُؤْمِنَيْنِ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam kedua, orang yang salat Tarawih akan diampuni dosanya serta dosa kedua orang tuanya jika keduanya mukmin.”
Salat Tarawih Malam Ke-3:
وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّالِثَةِ يُنَادِيْ مَلَكٌ مِنْ تَحْتِ الْعَرْشِ اِسْتَأْنِفِ الْعَمَلَ غَفَرَ اللهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam ketiga, malaikat di bawah Arasy berseru: mulailah melakukan amal kebaikan, maka Allah akan mengampuni dosamu yang telah lalu.”
Salat Tarawih Malam Ke-4:
وَفِى اللَّيْلَةِ الرَّابِعَةِ لَهُ مِنَ الْاَجْرِ مِثْلُ قِرَاءَةِ التَّوْرَاتِ وَالْاِنْجِيْلِ وَالزَّبُوْرِ وَالْفُرْقَانِ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam keempat, dia mendapatkan pahala sebagaimana pahala seseorang yang membaca kitab Taurat, Injil, Zabur dan Al-Qur’an.”
Salat Tarawih Malam Ke-5:
وَفِى اللَّيْلَةِ الْخَامِسَةِ اَعْطَاهُ اللهُ تَعَالَى مِثْلَ مَنْ صَلَّى فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَ الْمَسْجِدِ الْمَدِيْنَةِ وَالْمَسْجِدِ الْاَقْصَى
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam kelima, Allah memberikan pahala seperti pahala seseorang yang salat di Masjidil Haram, Masjid Madinah dan Masjidil Aqsha.”
Salat Tarawih Malam Ke-6:
وَفِى اللَّيْلَةِ السَّادِسَةِ اَعْطَاهُ اللهُ تَعَالَى ثَوَابَ مَنْ طَافَ بِالْبَيْتِ الْمَعْمُوْرِ وَيَسْتَغْفِرُ لَهُ كُلُّ حَجَرٍ وَمَدْرٍ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam keenam, Allah memberikan pahala seperti pahala malaikat yang tawaf di Baitul Makmur dan setiap batu dan tanah pun memintakan ampunan untuknya.”
Salat Tarawih Malam Ke-7:
وَفِى اللَّيْلَةِ السَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا اَدْرَكَ مُوْسَى عَلَيْهِ السَّلَامُ وَنَصَرَهُ عَلَى فِرْعَوْنَ وَهَامَانَ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam ketujuh, seakan-akan menemui zaman Nabi Musa AS dan menolongnya dari serangan Fir’aun dan Haman.”
Salat Tarawih Malam Ke-8:
وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّامِنَةِ اَعْطَاهُ اللهُ تَعَالَى مَا اَعْطَى اِبْرَاهِيْمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam kedelapan, Allah memberi anugerah sebagaimana anugerah yang telah diberikan kepada Nabi Ibrahim.”
Salat Tarawih Malam Ke-9:
وَفِى اللَّيْلَةِ التَّاسِعَةِ فَكَأَنَّمَا عَبَدَ اللهَ تَعَالَى عِبَادَةَ النَّبِىِّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam kesembilan, seakan-akan beribadah kepada Allah sebagaimana ibadahnya para nabi”
Salat Tarawih Malam Ke-10:
وَفِى اللَّيْلَةِ الْعَاشِرَةِ يَرْزُقُهُ اللهُ تَعَالَى خَيْرَىِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam yang kesepuluh, Allah akan memberikan kebaikan yang lebih baik di dunia maupun di akhirat.”
Salat Tarawih Malam Ke-11:
وَفِى اللَّيْلَةِ الْحَادِيَةَ عَشَرَةَ يَخْرُجُ مِنَ الدُّنْيَا كَيَوْمٍ وُلِدَ مِنْ بَطْنِ اُمِّهِ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam kesebelas, kelak ia akan meninggal dunia seperti keadaan dimana ia baru dilahirkan dari perut ibunya.”
salat Tarawih Malam Ke-12:
وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّانِيَةَ عَشَرَةَ جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَوَجْهُهُ كَالْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam kedua belas, pada saat hari kiamat wajahnya bersinar bagaikan bulan di salat Tarawih Malam purnama.”
Salat Tarawih Malam Ke-13:
وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّالِثَةَ عَشَرَةَ جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ آمْنًا مِنْ كُلِّ سُوْءٍ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam ketiga belas, pada saat hari kiamat ia akan selamat dari segala macam keburukan.”
Salat Tarawih Malam Ke-14:
وَفِى اللَّيْلَةِ الرَّابِعَةَ عَشَرَةَ جَاءَتِ الْمَلَائِكَةُ يَشْهَدُوْنَ لَهُ اَنَّهُ قَدْ صَلَّى التَّرَاوِيْحَ فَلَا يُحَاسِبُهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam keempat belas, malaikat menjadi saksi bahwa ia melakukan salat tarawih.” Maka Allah tidak akan menghisabnya kelak di hari kiamat.”
Salat Tarawih Malam Ke-15:
وَفِى اللَّيْلَةِ الْخَامِسَةَ عَشَرَةَ تُصَلِّى عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ وَحَمَلَةُ الْعَرْشِ وَالْكُرْسِىِّ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam kelima belas, para malaikat, malaikat penyangga Arsy dan para malaikat penjaga kursi kerajaan langit akan memintakan ampunan untuknya.”
Salat Tarawih Malam Ke-16:
وَفِى اللَّيْلَةِ السَّادِسَةَ عَشَرَةَ كَتَبَ اللهُ لَهُ بَرَاءَةَ النَّجَاةِ مِنَ النَّارِ وَبَرَاءَةَ الدُّخُوْلِ مِنَ الْجَنَّةِ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam keenam belas, Allah mencatat kebebasan selamat dari neraka dan kebebasan masuk surga baginya.”
Salat Tarawih Malam Ke-17:
وَفِى اللَّيْلَةِ السَّابِعَةَ عَشَرَةَ يُعْطَى مِثْلَ ثَوَابَ الْاَنْبِيَاءِ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam ketujuh belas, akan diberi pahala sebagaimana pahala para Nabi.”
Salat Tarawih Malam Ke-18:
وَفىِ اللَّيْلَةِ الثَّامِنَةَ عَشَرَةَ نَادَى مَلَكٌ يَاعَبْدَ اللهِ اَنَّ اللهَ رَضِىَ عَنْكَ وَعَنْ وَالِدَيْكَ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam kedelapan belas, malaikat berkata: wahai hamba Allah, sesungguhnya Allah telah meridaimu dan kedua orang tuamu.”
Salat Tarawih Malam Ke-19:
وَفِى اللَّيْلَةِ التَّاسِعَةَ عَشَرَةَ يَرْفَعُ اللهُ دَرَجَاتَهُ فِى الْفِرْدَوْسِ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam kesembilan belas, Allah akan mengangkat derajatnya di surga
Salat Tarawih Malam Ke-20:
وَفِى اللَّيْلَةِ الْعِشْرِيْنَ يُعْطَى ثَوَابَ الشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam kedua puluh, akan diberi pahala seperti pahala orang yang mati syahid dan orang-orang shalih.”
Salat Tarawih Malam Ke-21:
وَفِى اللَّيْلَةِ الْحَادِيَةِ وَالْعِشْرِيْنَ بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ مِنَ النُّوْرِ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam kedua puluh satu, Allah akan membangun rumah di surga yang terbuat dari cahaya untuknya.”
Salat Tarawih Malam Ke-22:
وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّانِيَةِ وَالْعِشْرِيْنَ جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ آمِنًا مِنْ كُلِّ غَمٍّ وَهَمٍّ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam kedua puluh dua, jika hari kiamat tiba maka ia akan selamat dari segala macam kesusahan dan kebingungan.”
Salat Tarawih Malam Ke-23:
وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّالِثَةِ وَالْعِشْرِيْنَ بَنَى اللهُ لَهُ مَدِيْنَةً فِى الْجَنَّةِ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam kedua puluh tiga, Allah akan membangun kota di dalam surga untuknya.”
Salat Tarawih Malam Ke-24:
وَفِى اللَّيْلَةِ الرَّابِعَةِ وَالْعِشْرِيْنَ كَانَ لَهُ اَرْبَعٌ وَعِشْرُوْنَ دَعْوَةً مُسْتَجَابَةً
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam kedua puluh empat, akan memperoleh dua puluh empat doa yang mustajab.”
Salat Tarawih Malam Ke-25:
وَفِى اللَّيْلَةِ الْخَامِسَةِ وَالْعِشْرِيْنَ يَرْفَعُ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ عَذَابَ الْقَبْرِ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam kedua puluh lima, Allah akan menghilangkan siksa kubur darinya.”
Salat Tarawih Malam Ke-26:
وَفِى اللَّيْلَةِ السَّادِسَةِ وَاْلعِشْرِيْنَ يَرْفَعُ اللهُ لَهُ ثَوَابَهُ اَرْبَعِيْنَ عَامًا
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam kedua puluh enam, Allah akan meningkatkan pahalanya selama empat puluh tahun.”
Salat Tarawih Malam Ke-27:
وَفِى اللَّيْلَةِ السَّابِعَةِ وَاْلعِشْرِيْنَ جَازَ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ عَلَى الصِّرَاطِ كَاْلبَرْقِ اْلخَاظِفِ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam kedua puluh tujuh, di hari kiamat ia melewati jembatan siratalmustakim secepat sambaran kilat.”
Salat Tarawih Malam Ke-28:
وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّامِنَةِ وَاْلعِشْرِيْنَ يَرْفَعُ اللهُ لَهُ اَلْفَ دَرَجَةٍ فِى اْلجَنَّةِ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam kedua puluh delapan, Allah akan mengangkat seribu derajat baginya di surga.”
Salat Tarawih Malam Ke-29:
وَفِى اللَّيْلَةِ التَّاسِعَةِ وَاْلعِشْرِيْنَ أَعْطَاهُ اللهُ ثَوَابَ اَلْفِ حَجَّةٍ مَقْبُوْلَةٍ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam kedua puluh sembilan, Allah akan memberikan pahala seribu ibadah haji yang diterima.”
Salat Tarawih Malam Ke-30:
وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّلاَثِيْنَ يَقُوْلُ اللهُ يَاعَبْدِى كُلْ مِنْ ثِمَارِ اْلجَنَّةِ وَاغْتَسِلْ مِنْ مَاءِ السَّلْسَبِيْلِ وَاشْرَبْ مِنَ اْلكَوْثَرِ اَنَارَبُّكَ وَاَنْتَ عَبْدِى
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam ketiga puluh, Allah berkata: Makanlah buah-buahan surga, mandilah dengan air salsabil, dan minumlah di telaga kautsar.” Sesungguhnya aku adalah Tuhanmu dan engkau adalah hamba-Ku.”
Wallahu A'lam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar