Lampung Barat – Kementerian Agama Republik Indonesia resmi menghadirkan transformasi MATSAMA menjadi MATAMUDA (Masa Ta'aruf Murid Madrasah) sebagai wajah baru masa pengenalan peserta didik di madrasah. Perubahan ini tidak hanya sebatas pergantian nama, tetapi menjadi langkah strategis dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, serta berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik sejak hari pertama memasuki madrasah.
Sejalan dengan semangat tersebut, Yayasan Ar-Raihan Belalau menyiapkan pelaksanaan MATAMUDA 2026 dengan konsep Edufun (Education and Fun) yang memadukan pendidikan karakter, pengenalan lingkungan madrasah, penguatan nilai keislaman, kreativitas, dan hiburan edukatif sehingga peserta didik baru dapat beradaptasi dengan penuh kegembiraan tanpa adanya praktik perpeloncoan.
MATAMUDA merupakan program nasional Masa Ta'aruf Murid Madrasah yang menjadi pedoman resmi bagi seluruh madrasah di Indonesia dalam menyambut peserta didik baru. Program ini dirancang sebagai kegiatan pengenalan lingkungan madrasah yang edukatif, menyenangkan, aman, ramah anak, bebas kekerasan, serta menanamkan karakter positif sejak awal.
Berbeda dengan pola orientasi di masa lalu, MATAMUDA menegaskan bahwa seluruh kegiatan harus mengedepankan penghormatan terhadap martabat peserta didik, menjauhi segala bentuk perpeloncoan, intimidasi, bullying, maupun diskriminasi.
Pelaksanaan MATAMUDA melibatkan seluruh unsur pendidikan, yaitu:
1. Kepala Madrasah sebagai penanggung jawab.
2. Panitia penyelenggara.
3. Guru dan tenaga kependidikan.
4. Pengurus IPM, Alumni, maupun peserta didik berprestasi sebagai pendamping.
5. Orang tua peserta didik.
6. Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota sebagai pembina dan pengawas.
7. Yayasan Ar-Raihan Belalau
8. Seluruh peserta didik baru sebagai subjek utama kegiatan.
Pelaksanaan MATAMUDA dilaksanakan:
Maksimal selama lima hari.
Pada pekan pertama tahun pelajaran baru.
Berlangsung pada hari efektif pembelajaran.
Tahun ajaran 2026/2027 dimulai pada Juli 2026 sesuai kalender pendidikan masing-masing daerah.
MATAMUDA diprioritaskan berlangsung di lingkungan madrasah agar peserta didik lebih cepat mengenal ruang belajar, perpustakaan, laboratorium, UKS, masjid atau musala, kantin, lapangan, ruang guru, hingga fasilitas pendukung lainnya.
Apabila kegiatan dilaksanakan di luar madrasah, wajib memperoleh persetujuan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota maupun Kantor Wilayah sesuai kewenangannya.
Transformasi MATAMUDA dilakukan sebagai upaya membangun budaya madrasah yang lebih humanis.
Program ini bertujuan:
1. Membantu peserta didik beradaptasi dengan lingkungan baru.
2. Menanamkan akhlakul karimah.
3. Menguatkan karakter kebangsaan dan moderasi beragama.
4. Membentuk budaya belajar yang positif.
5. Menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
6. Mewujudkan madrasah yang aman dan bebas kekerasan.
7. Mendukung Kurikulum Berbasis Cinta.
Pelaksanaan MATAMUDA dilakukan melalui berbagai aktivitas yang menyenangkan, interaktif, kolaboratif, dan berbasis pengalaman belajar langsung.
Materi disampaikan melalui permainan edukatif, diskusi, simulasi, praktik lapangan, proyek kelompok, hingga kegiatan refleksi sehingga peserta didik tidak hanya menerima materi secara pasif, tetapi ikut aktif dalam proses pembelajaran.
Lima Materi Pokok MATAMUDA
Kementerian Agama menetapkan lima materi utama yang wajib diberikan kepada peserta didik baru.
Pertama, Kemadrasahan, yaitu mengenalkan profil, sejarah, visi, misi, budaya, tata tertib, serta keunggulan madrasah.
Kedua, Nilai-Nilai Madrasah, berupa pembiasaan akhlak mulia, disiplin, tanggung jawab, adab kepada guru dan teman, serta budaya belajar.
Ketiga, Madrasah Aman dan Menyenangkan, yang menekankan pencegahan kekerasan, anti-bullying, literasi digital, perlindungan anak, serta terciptanya lingkungan belajar yang nyaman.
Keempat, Moderasi Beragama dan Kebangsaan, untuk memperkuat sikap toleransi, cinta tanah air, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.
Kelima, ASRI dan Ekoteologi, yaitu membangun kepedulian terhadap kebersihan, kesehatan, penghijauan, dan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari ibadah.
Materi Dapat Dikembangkan
Madrasah diberikan ruang untuk mengembangkan materi sesuai karakteristik masing-masing tanpa meninggalkan pedoman nasional.
Pengembangan materi harus:
1. Menyenangkan.
2. Interaktif.
3. Ramah anak.
4. Berbasis karakter.
5. Bebas kekerasan.
6. Menghadirkan narasumber sesuai kompetensi.
Selain itu juga dilakukan penyusunan Profil Belajar Siswa (PBS) serta pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis melalui koordinasi dengan fasilitas kesehatan.
Empat Pilar Pelaksanaan
Keberhasilan MATAMUDA menjadi tanggung jawab bersama melalui empat pilar utama.
Pertama, kepemimpinan kepala madrasah dan panitia.
Kedua, pelaksanaan yang edukatif.
Ketiga, lingkungan yang inklusif, aman, nyaman, dan ramah anak.
Keempat, keterlibatan kakak pendamping seperti IPM, Alumni, maupun peserta didik berprestasi sebagai teladan.
Penganggaran dan Evaluasi
Pelaksanaan MATAMUDA dapat didukung melalui dana BOS maupun sumber lain yang sah sesuai ketentuan.
Setelah kegiatan selesai, madrasah wajib melakukan evaluasi terhadap:
1. Proses kegiatan.
2. Kinerja panitia.
3. Pendamping peserta didik.
4. Partisipasi peserta.
Laporan pelaksanaan disampaikan kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota paling lambat 30 hari kerja setelah kegiatan berakhir.
Larangan Tegas
Panduan MATAMUDA memberikan penegasan bahwa seluruh kegiatan wajib bebas dari:
1. Perpeloncoan.
2. Kekerasan fisik maupun verbal.
3. Bullying.
4. Pelecehan.
5. Diskriminasi.
6. Pemberian atribut yang merendahkan martabat peserta didik.
7. Kegiatan yang tidak memiliki nilai edukatif.
Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat dikenakan sanksi administratif hingga sanksi sesuai peraturan perundang-undangan.
MATAMUDA Ramah Menjadi Momentum Penting
Semangat MATAMUDA juga sejalan dengan pelaksanaan MPLS Ramah di sekolah umum.
Enam materi penting yang harus disampaikan kepada peserta didik meliputi Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, pendidikan karakter, pencegahan judi online dan NAPZA, pencegahan perundungan, sekolah ramah anak, serta adaptasi lingkungan sekolah dan budaya positif.
Materi tersebut bertujuan membangun karakter peserta didik sejak hari pertama sehingga sekolah menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan.
Belajar dari Berbagai Kasus Perundungan
Berbagai kasus perundungan yang pernah terjadi di lingkungan pendidikan menjadi pelajaran penting bahwa sekolah harus menjadi ruang yang melindungi setiap anak.
Perundungan, baik secara fisik, verbal, sosial maupun digital, dapat memberikan dampak serius terhadap kesehatan mental, prestasi belajar, bahkan keselamatan peserta didik.
Karena itu, seluruh satuan pendidikan didorong membangun budaya saling menghormati, empati, gotong royong, serta menyediakan mekanisme pelaporan apabila terjadi tindakan kekerasan.
Guru, orang tua, dan peserta didik memiliki tanggung jawab bersama untuk mencegah segala bentuk perundungan.
Konsep Edufun Yayasan Ar-Raihan Belalau
Sebagai implementasi MATAMUDA, Yayasan Ar-Raihan Belalau merancang kegiatan yang lebih kreatif melalui konsep Edufun.
Beberapa program unggulan yang dirancang antara lain:
Jelajah Madrasah Gamification, berupa petualangan mencari pos melalui peta dan teka-teki dengan tantangan edukatif di setiap lokasi.
Festival Ekstrakurikuler, di mana peserta didik mencoba langsung berbagai kegiatan seperti Tari, Pramuka, Tahfidz dan lainnya.
Pohon Impian dan Deklarasi Anti-Bullying, sebagai komitmen bersama menciptakan madrasah yang aman.
Ice Breaking Edukatif, permainan kerja sama, senam otak, dan aktivitas kreatif yang membangun kekompakan.
Pentas Seni Islami, sebagai ruang menampilkan bakat, tahfidz, puisi, tari, pidato, maupun kreativitas lainnya.
Pendampingan dilakukan oleh GTK sebagai orang tua asuh sehingga peserta didik baru merasa lebih nyaman dalam beradaptasi.
Sepuluh Aktivitas MATAMUDA yang Berkesan
Agar peserta didik merasa diterima sejak hari pertama, berbagai aktivitas kreatif dapat diterapkan, antara lain berburu teman baru, jelajah lingkungan sekolah, menulis surat untuk diri sendiri, tantangan kerja sama, pohon impian, simulasi budaya sekolah, tur bersama kakak kelas, bermain peran anti-bullying, galeri bakat, serta penyusunan komitmen kelas bersama.
Melalui kegiatan tersebut, peserta didik tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga belajar membangun rasa percaya diri, komunikasi, kolaborasi, dan sikap saling menghargai.
Hari Pertama yang Akan Selalu Diingat
Hari pertama sekolah merupakan awal perjalanan pendidikan yang akan tersimpan dalam ingatan setiap anak. Pengalaman positif pada masa pengenalan lingkungan akan membantu peserta didik lebih percaya diri, nyaman, serta memiliki semangat belajar yang tinggi.
Sebaliknya, pengalaman yang dipenuhi tekanan, intimidasi, atau perpeloncoan dapat meninggalkan luka psikologis yang berdampak panjang.
Karena itu, MATAMUDA 2026 hadir sebagai gerakan nasional untuk memastikan setiap peserta didik disambut dengan penuh kasih sayang, penghormatan, dan kebahagiaan.
Dengan kolaborasi pemerintah, madrasah, guru, tenaga kependidikan, orang tua, serta peserta didik, MATAMUDA diharapkan menjadi langkah awal mencetak generasi madrasah yang berakhlak mulia, berkarakter, berprestasi, sehat, tangguh, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
"MATAMUDA bukan sekadar kegiatan penyambutan murid baru, tetapi merupakan gerbang awal membangun budaya madrasah yang aman, inklusif, religius, berprestasi, dan bebas perundungan. Bersama kita sukseskan MATAMUDA 2026 dengan semangat Berkarakter, Berprestasi, dan Menyenangkan."
Penulis: Edi Saputra, S.PdI.,Gr.,M.Pd.(Cand).,CAU
Tidak ada komentar:
Posting Komentar