Kamis, 04 Juni 2026

ASESMEN FORMATIF DAN ASESMEN SUMATIF

ASESMEN FORMATIF DAN ASESMEN SUMATIF

Oleh: Edi Saputra, S.PdI.,Gr.

ASESMEN FORMATIF DAN ASESMEN SUMATIF

Asesmen formatif bertujuan untuk memantau dan memperbaiki proses belajar, sedangkan asesmen sumatif bertujuan untuk menilai pencapaian akhir belajar murid. Perbedaan utama keduanya terletak pada tujuan penggunaan hasil penilaiannya.

Berikut adalah penjelasan dan contoh lengkap untuk kedua jenis asesmen tersebut: 


Contoh Asesmen Formatif (Tidak Tertulis & Tertulis)Asesmen ini bersifat informal guna melihat perkembangan murid secara berkala.
1. Diskusi Kelas: Guru mengamati keaktifan murid saat membahas suatu topik.
2. Kuis Singkat: Tes kilat menggunakan platform digital seperti Kahoot atau kertas di akhir sesi.
3. Lembar Refleksi: Murid menuliskan hal baru yang mereka pahami dan kendala yang dihadapi.
4. Peta Konsep (Mind Map): Murid membuat diagram alur untuk merangkum pemahaman awal mereka.
5. Pertanyaan Terbuka: Guru memberikan pertanyaan lisan spontan di tengah penjelasan kelas.
6. Jurnal Pembelajaran: Catatan harian murid tentang proses belajar yang mereka lalui.


Contoh Asesmen Sumatif (Tidak Tertulis & Tertulis)Asesmen ini bersifat formal untuk mengukur standar capaian kompetensi murid.

1. Ujian Akhir Semester (UAS): Tes tertulis menyeluruh di akhir periode sekolah.
2. Ulangan Harian / Akhir Bab: Evaluasi tertulis setelah satu topik selesai diajarkan.
3. Proyek Akhir: Tugas besar membuat produk, maket, atau pameran hasil karya.
4. Presentasi Final: Pemaparan hasil penelitian atau tugas kelompok di depan kelas.
5. Uji Kompetensi / Praktik: Ujian langsung, misalnya praktik laboratorium sains atau ujian olahraga.
6. Esai Akademik: Penulisan karya ilmiah terstruktur sebagai tugas akhir materi.


Wallahu A'lam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ASESMEN FORMATIF DAN ASESMEN SUMATIF

ASESMEN FORMATIF DAN ASESMEN SUMATIF Oleh: Edi Saputra, S.PdI.,Gr. ASESMEN FORMATIF DAN ASESMEN SUMATIF Asesmen formatif bertuju...