Pic. Source: Al-Mukarram Al- Ust. Muhammad Demyati, M.Pd.,Gr.
Betapa banyak orang yang bukan kerabat ternyata lebih baik daripada kerabat sendiri.”
Atau secara lebih sederhana:
“Tidak sedikit orang asing yang lebih baik daripada keluarga sendiri.”
Ungkapan ini mengajarkan bahwa kedekatan hubungan darah tidak selalu menjamin kebaikan, kasih sayang, dan manfaat.
Maksudnya, terkadang kita menemukan seseorang yang tidak memiliki hubungan darah sama sekali, tetapi ia sangat tulus membantu, menjaga, menasihati, dan menyayangi kita. Sebaliknya, ada orang yang masih memiliki hubungan keluarga, tetapi tidak memberikan perhatian atau bahkan menyakiti.
Hal ini juga sejalan dengan ungkapan Arab yang dikenal:
رُبَّ غَرِيبٍ خَيْرٌ مِنْ قَرِيبٍ
“Betapa banyak orang asing yang lebih baik daripada kerabat.”
Pelajaran yang dapat diambil :
1. Jangan menilai seseorang hanya berdasarkan hubungan darah. Ukuran kemuliaan seseorang adalah akhlak dan kebaikannya.
2. Hargailah orang yang tulus berbuat baik kepada kita, meskipun ia bukan keluarga.
3. Tetap berbuat baik kepada keluarga, walaupun mungkin tidak selalu mendapatkan balasan yang sama.
4. Persahabatan yang dibangun atas keikhlasan dan kebaikan bisa menjadi lebih kuat daripada hubungan yang hanya berdasarkan keturunan.
5. Dalam kehidupan santri, seorang guru, ustaz, dan teman seperjuangan yang bukan keluarga secara nasab dapat menjadi orang yang sangat berjasa dan dekat di hati.
🙏🙏🙏🙏
Salam Ngopi Malam 🍜☕
By: Al-Mukarram Al-Ust KH. Anwar Sanusi, S.Pd.I.,Gr.
(PP. Daarul Khair Kotabumi)
Disadur oleh: Al-Faqr Edi Saputra, S.PdI.,Gr.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar